Iklan
xAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpgAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpg

Lugas, Hangat dan Tegas: Potret Politisi Senior Ridwan Hisjam

waktu baca 4 menit
Rabu, 11 Feb 2026 15:23 17 Catra

Aksen Surabayanya yang kental terdengar jelas di setiap kalimat yang diucapkannya. Cara bicaranya yang lugas, hangat, dan bersahabat membuat siapa pun yang pertama kali bertemu dengannya akan merasa dekat tanpa jarak. Itulah kesan awal saat mengenal sosok Ridwan Hisjam, politikus senior Partai Golkar yang telah melalui berbagai fase penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia.

Ads Catra_inline artikel.jpgAds Catra_inline artikel.jpg

Di tengah dinamika politik yang kerap berubah dengan cepat, Ridwan dikenal sebagai sosok yang memegang teguh prinsipnya. Ia mampu menjalin hubungan baik dengan berbagai kalangan, baik internal partai, lintas partai, hingga masyarakat luas. Karakter inilah yang membuat namanya bertahan lama di dunia politik nasional.

Perjalanan Ridwan Hisjam tidak lepas dari momentum besar bangsa. Ia memulai kiprah politiknya sebagai anggota Utusan Daerah MPR-RI untuk Jawa Timur hasil pemilu tahun 1997 – masa yang berada di ambang perubahan besar yang berujung pada runtuhnya Orde Baru. Saat itu ia bergabung dengan Fraksi Karya Pembangunan, sebuah forum politik yang kemudian bertransformasi dalam lanskap demokrasi pasca reformasi.

Pengalaman tampil di pentas nasional pada masa transisi memberikan Ridwan wawasan luas mengenai perubahan politik, relasi kekuasaan, dan pentingnya menjaga stabilitas di tengah tuntutan reformasi. Ia menyaksikan langsung bagaimana sistem politik Indonesia bertransformasi dari sistem politik terpusat menjadi lebih terbuka dan partisipatif.

Ads Catra_inline artikel.jpgAds Catra_inline artikel.jpg

Pengalaman ini memberikan landasan yang kuat untuk langkah selanjutnya.

Konsistensi Ridwan dalam berpolitik tercermin dari keberhasilannya menjadi anggota DPR-RI selama empat periode:
1997–1999, 1999–2004, 2014–2019, dan 2019–2024.

Rentang waktu ini menunjukkan ketahanan politik yang kurang dimiliki banyak orang. Hal ini terjadi dalam dua fase yang berbeda: era reformasi awal yang penuh gejolak dan periode demokrasi yang semakin matang dengan kompleksitas kebijakan yang semakin meningkat.

Di Senayan, Ridwan dikenal sebagai sosok pekerja yang fokus pada substansi. Ia tidak menekankan retorika yang berlebihan, namun memilih pendekatan komunikasi yang langsung pada pokok permasalahan. Gaya ini sejalan dengan karakter masyarakat Surabaya yang terbuka, jujur, dan berani mengemukakan pendapat.

Di sela-sela masa pengabdiannya di tingkat nasional, Ridwan juga dipercaya menjadi Wakil Ketua DPRD Jawa Timur periode 2004–2009. Posisi tersebut menunjukkan kedekatannya dengan basis daerah dan kemampuannya menjembatani kepentingan lokal dengan kebijakan nasional.

Pengalaman di tingkat provinsi memperkaya cara pandangnya terhadap pembangunan daerah, kebutuhan masyarakat akar rumput, dan pentingnya sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah. Dari sinilah lahir pendekatan politik yang lebih membumi – tidak terjebak pada wacana elite, namun berdasarkan realitas sosial.

Sebelum terjun ke dunia politik, Ridwan Hisjam menempuh pendidikan Sarjana Teknik Kelautan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya pada periode 1977–1987. Lingkungan kampus teknik yang rasional dan pemecahan masalah membentuk pola berpikirnya yang sistematis dan berbasis solusi.

Semasa mahasiswa, ia aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)—organisasi kader yang melahirkan banyak tokoh nasional. Dari HMI, Ridwan belajar tentang kepemimpinan, tanggung jawab sosial, dan pentingnya menjaga nilai-nilai kebangsaan dalam setiap langkah pengabdian.

Perpaduan antara disiplin teknis dan pengalaman organisasi inilah yang kemudian memberi warna khas pada gaya politiknya: rasional, terukur, namun tetap hangat dalam hubungan antarmanusia.

Dalam dunia politik yang kerap diwarnai rivalitas tajam, Ridwan dikenal mudah bergaul. Ia mampu ngobrol santai dengan berbagai kalangan tanpa kehilangan wibawanya. Banyak rekan yang menilai kekuatan utamanya terletak pada kemampuan menjaga hubungan—aset penting yang tidak selalu terlihat di ranah publik, namun menentukan kelangsungan kerja politik.

Ketegasan pendapatnya tak membuatnya kaku. Ia tetap terbuka terhadap dialog dan perbedaan pendapat. Kombinasi inilah yang membuat Ridwan mampu bertahan melewati perubahan zaman, pergantian kepemimpinan nasional, dan dinamika internal partai.

Bagi Ridwan Hisjam, politik bukan hanya arena perebutan kekuasaan, tapi juga ruang pengabdian jangka panjang. Empat periode di DPR-RI serta pengalaman di DPRD Jawa Timur menunjukkan komitmen pelayanan publik yang konsisten.

Tumbuh dari tradisi politik yang menempatkan kedekatan dengan masyarakat sebagai landasan utama. Oleh karena itu, gaya komunikasinya yang tetap sederhana dan mudah dipahami mencerminkan akar sosialnya yang kuat di Jawa Timur.

Perjalanan panjang Ridwan Hisjam mencatat bagian penting dalam sejarah demokrasi Indonesia – mulai dari masa berakhirnya Orde Baru, masa reformasi, hingga masa konsolidasi politik modern. Tidak banyak tokoh yang mengalami seluruh tahapan ini secara langsung dalam posisi pengambilan kebijakan.

Keberadaannya menjadi pengingat bahwa ketekunan, konsistensi, dan kemampuan beradaptasi adalah kunci kelangsungan politik jangka panjang. Di tengah perubahan yang terus terjadi, tokoh seperti Ridwan menunjukkan bahwa integritas pribadi masih mendapat tempat dalam kehidupan bermasyarakat.

Dengan tutur kata hangat khas Surabaya dan sikap tegas, Ridwan Hisjam telah menempuh perjalanan politik selama lebih dari dua dekade. Dari ruang sidang MPR masa transisi hingga kursi DPR di era demokrasi yang matang, ia tetap mencalonkan diri dengan prinsip yang sama: menjaga silaturahmi, bekerja dalam diam, dan mengabdikan diri untuk kepentingan yang lebih luas.

Simak berita dan artikel lainnya di Google Berita



Source link

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *






Featured

LAINNYA
xAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpgAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpg