Bekasi—FusilatNews. – Kecelakaan kereta api terjadi di kawasan Stasiun Bekasi Timur pada Sabtu (2/5), mengakibatkan sedikitnya 106 orang menjadi korban. Dari jumlah tersebut, 16 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka dengan berbagai tingkat keparahan.
Peristiwa nahas ini terjadi saat dua rangkaian kereta diduga bertabrakan di jalur yang sama. Hingga kini, belum ada keterangan resmi terkait kronologi lengkap kejadian. Namun, sejumlah saksi mata menyebutkan benturan terjadi secara tiba-tiba dan menimbulkan kepanikan di antara penumpang.
Petugas gabungan dari kepolisian, tim medis, serta relawan segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi korban. Para korban luka langsung dibawa ke sejumlah rumah sakit terdekat di wilayah Bekasi untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Kepolisian menyatakan tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan tersebut. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk petugas stasiun dan masinis yang selamat dari insiden.
“Kami masih mendalami penyebab kejadian ini dengan mengumpulkan keterangan saksi serta memeriksa sistem operasional kereta,” ujar salah satu perwakilan kepolisian di lokasi.
Selain itu, pihak berwenang juga akan melakukan evaluasi terhadap sistem keselamatan dan prosedur operasional guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Sementara itu, suasana di sekitar lokasi kejadian masih dipenuhi aparat dan tim penyelamat yang terus melakukan proses identifikasi korban. Garis polisi telah dipasang untuk mengamankan area, sementara perjalanan kereta api di jalur tersebut untuk sementara mengalami gangguan.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait menyatakan akan memberikan pendampingan kepada keluarga korban, termasuk proses identifikasi dan penanganan jenazah.
Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi dan penyelidikan masih terus berlangsung.
Tidak ada komentar