Iklan
xAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpgAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpg

Ziarah dan Mujahadah Sambut Ramadhan 1447 H, Ratusan Santri Seljul Qulub Bertugas di Kediri

waktu baca 2 menit
Kamis, 19 Feb 2026 10:38 13 Catra


Ads Catra_inline artikel.jpgAds Catra_inline artikel.jpg

Jelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, ratusan santri dan santri Seljul Qulub berkumpul di halaman Pondok Pesantren Masjid Miladiyyah, Rabu (18/2/2026). Mereka melaksanakan tradisi salat berjamaah, ziarah ke makam, dan mujahadah sebagai bagian dari persiapan rohani menyambut bulan penuh berkah.

Kegiatan yang dipusatkan di makam sejumlah tokoh Islam berpengaruh di wilayah Kediri dan sekitarnya itu antara lain ziarah Mbah Kyai Sholeh di Banjar Melati, Syech Wasil di Jalan Doho, KH Abdul Madjid di Badal—ayah dari Mbah KH Mochamad Ma’roef—dan KH Abdul Mursyad di Kecamatan Banyakan.

Acara dipimpin langsung oleh Mutamam Irfani yang akrab disapa Gus Irfan selaku pembina santri Pondok Pesantren Miladiyyah bersama dewan guru Snowl Qulub. Ratusan mahasiswa mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh khidmat dan khidmat.

Ads Catra_inline artikel.jpgAds Catra_inline artikel.jpg

Menurut Gus Irfan, tradisi ziarah kubur dan mujahadah merupakan rutinitas penting bagi para pengamal Sholawat Wahidiyah, khususnya menjelang Ramadhan dan Syawal. Kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan (takdzim) dan kecintaan (mahabbah) terhadap tokoh Islam yang semasa hidupnya berjuang menyebarkan ajaran agama dengan segenap jiwa, raga dan hartanya.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Terutama para ulama yang telah berjasa dalam ilmu keimanan, Islam dan ihsan,” kata Gus Irfan.

Selain sebagai bentuk pengabdian dan rasa syukur kepada pahlawan spiritual, ziarah juga diyakini membawa hikmah spiritual. Para santri diingatkan bahwa kematian itu pasti, sehingga manusia perlu menyiapkan bekal bekal selama hidup di dunia.

Salah satu siswa mengatakan, salat di makam aulia selain untuk mendapat keberkahan, juga sebagai pengingat untuk selalu memperbanyak ibadah dan amal shaleh, khususnya menjelang Ramadhan. Ia menambahkan, mujahadah tidak hanya ditujukan kepada wali saja, namun juga makam umum, khususnya orang tua dan sanak saudara yang telah meninggal dunia.

Dengan adanya rangkaian kegiatan ini diharapkan para pelajar lebih siap menyambut Ramadhan melalui peningkatan ibadah, penguatan spiritualitas, dan kepedulian terhadap sesama – sejalan dengan pesan hadis Nabi bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama dan alam semesta. Wartawan: Hadi Hoy

Simak berita dan artikel lainnya di Google Berita



Source link

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *






Featured

LAINNYA
xAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpgAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpg