Iklan
xAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpgAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpg

Reuni Sunyi Para Pejuang: HBH Idul Fitri KB PII Jakarta Angkatan 70–80 Digelar Tanpa Restu Pusat

waktu baca 2 menit
Selasa, 5 Mei 2026 00:59 3 Catra


Ads Catra_inline artikel.jpgAds Catra_inline artikel.jpg

Cipanas, FusilatNews — Di tengah dinamika internal organisasi yang belum menemukan titik terang, elemen Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII) DKI Jakarta angkatan 1970–1980 tetap melangkah. Tanpa keterlibatan Pengurus Pusat KB PII di bawah kepemimpinan Nasrul Lahaida—yang disebut menutup ruang konfirmasi—mereka menggelar Halal Bihalal (HBH) Idul Fitri 1447 H secara mandiri.

Kegiatan yang berlangsung pada 29–30 Mei 2026 ini diikuti sekitar 50 peserta dan digelar di Vila Darunnajah, Taman Bunga Cipanas, milik Dra. Hj. (nama belum terkonfirmasi). Acara tersebut menjadi ajang temu kangen lintas dekade yang sarat nuansa reflektif, mengingat sebagian besar peserta kini telah memasuki usia lanjut.

Rangkaian kegiatan diisi dengan sholat berjamaah, tadabur alam, serta olahraga ringan. Beberapa tokoh yang hadir di antaranya Hajj Auza Djamil, Nani, H. Medy Zalfitri, Jaja, Rini, Yunani Ahmad Aloetsyah, Sjahidin Bale, Hazim A. Umar, Tohir, Madali, Ade Marfudin, Agus, Suhatsyah, Yunda Nurdiati Akma, Gustinaningsih, Rahmiati, hingga Ratu Anis.

Ads Catra_inline artikel.jpgAds Catra_inline artikel.jpg

Suasana kebersamaan terasa kental, namun tidak sepenuhnya lepas dari bayang-bayang fragmentasi organisasi. Ketidakhadiran struktur pusat menjadi latar yang tak terhindarkan, sekaligus menegaskan adanya jarak antara generasi senior dengan kepemimpinan formal saat ini.

Dalam kesempatan tersebut, peserta juga menyampaikan harapan kepada anggota DPR dari PKS yang berasal dari KB PII, H. Habib Aboe Bakar Al Habsyi, agar dapat mendorong terselenggaranya Halal Bihalal angkatan 1980–1990. Agenda tersebut direncanakan sekaligus menjadi momentum penyusunan “kitab anggota” atau inventarisasi kader, yang tengah diinisiasi oleh H. Mehdy.

Tak hanya menjadi ajang temu kangen, kegiatan ini juga diwarnai penghormatan terhadap para anggota KB PII DKI Jakarta yang telah wafat. Nama-nama seperti H. Damiri Mahdin, Oo’ Cholis Rohendy, Ibrahim Padhil, Dindin Syarifudin, Syakur, Syuryasa, H. Muhayar Rustamudin, hingga tokoh nasional AM. Fatwa dikenang sebagai bagian dari perjalanan panjang organisasi.

Daftar tersebut mencerminkan generasi yang pernah aktif dalam dinamika intelektual dan pergerakan pelajar Islam, yang kini sebagian besar telah berpulang. Momentum HBH ini pun menjadi ruang refleksi atas kontribusi mereka sekaligus pengingat akan pentingnya kesinambungan kaderisasi.

Meski digelar sederhana, acara ini menyiratkan pesan kuat: bahwa ikatan historis dan nilai perjuangan tidak sepenuhnya bergantung pada struktur formal. Di tengah keterbatasan dan perbedaan, para alumni tetap berupaya menjaga silaturahmi dan merawat ingatan kolektif organisasi.

Di penghujung acara, harapan pun mengemuka—agar KB PII ke depan mampu kembali menyatukan langkah, merangkul seluruh generasi, dan tidak tercerabut dari akar perjuangan yang telah ditanam sejak dekade 1970-an.



Source link

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *






Featured

LAINNYA
xAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpgAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpg