Iklan
xAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpgAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpg

Pantau Hasil Panen Padi di Luwu Timur, Pemerintah Desa Lambara Harapan Berharap Harga Gabah Tetap Konsisten

waktu baca 3 menit
Kamis, 7 Mei 2026 12:39 2 Catra


Ads Catra_inline artikel.jpgAds Catra_inline artikel.jpg

Luwu Timur —FusilatNews.- Jurnalis Fusilat News berkesempatan mengunjungi Desa Lambara Harapan, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, belum lama ini, untuk memantau hasil panen padi di wilayah tersebut. Kunjungan ini dilakukan guna melihat langsung kondisi pertanian sekaligus mendengar aspirasi pemerintah desa dan masyarakat setempat terkait sektor pertanian serta isu sosial lainnya.

Diketahui, produksi padi di Kabupaten Luwu Timur pada 2025 mencapai 257.320 ton gabah kering giling (GKG). Jumlah tersebut berasal dari luas panen 40.984 hektare dengan produktivitas rata-rata mencapai 62,79 kuintal per hektare.

Selain meninjau area persawahan, tim Fusilat News juga berbincang dengan Reskianto selaku aparat Desa Lambara Harapan. Dalam perbincangan tersebut, Reskianto menyampaikan rasa syukurnya atas kebijakan pemerintah terkait penetapan harga gabah.

Ads Catra_inline artikel.jpgAds Catra_inline artikel.jpg

“Alhamdulillah, kami selaku pemerintah desa sangat bersyukur dengan adanya patokan harga gabah sekitar Rp6.500 hingga Rp7.000 per kilogram. Kebijakan ini diharapkan mampu menekan para tengkulak agar tetap mempertahankan harga sesuai standar Bulog,” ujar Reskianto.

Ia menambahkan, pemerintah juga telah membangun fasilitas pengolahan padi menjadi beras di Luwu Timur sebagai upaya menjaga stabilitas hasil pertanian masyarakat, meski kapasitasnya belum sebesar daerah lain.

“Atas nama Pemerintah Desa Lambara Harapan, kami berharap pemerintah kabupaten dapat memperbaiki sarana dan prasarana pertanian, termasuk alat dan mesin pertanian untuk pengolahan lahan sawah agar petani bisa meningkatkan frekuensi panen,” katanya.

Menurut Reskianto, para petani di Desa Lambara Harapan sebelumnya sempat mencoba tiga kali panen dalam setahun. Namun, karena mengalami kegagalan, pola tanam kembali disesuaikan menjadi dua kali panen dalam setahun.

“Sebelumnya petani di Lambara pernah tiga kali panen dalam setahun, tetapi mengalami kegagalan sehingga kembali ke pola lama, yakni dua kali panen,” jelasnya.

Tidak hanya membahas sektor pertanian, pemerintah desa juga memberikan perhatian terhadap penyandang disabilitas. Bentuk perhatian tersebut diwujudkan melalui bantuan kursi roda hingga bantuan tunai bagi warga yang membutuhkan.

Mayoritas masyarakat Desa Lambara Harapan berprofesi sebagai petani. Karena itu, pembangunan jalan tani menjadi salah satu program prioritas pemerintah desa saat ini.

Dalam kesempatan tersebut, Reskianto juga mengimbau masyarakat, khususnya petani, agar mematuhi aturan dan jadwal tanam yang telah ditetapkan pemerintah.

“Jadwal yang ditentukan pemerintah sudah melalui tahapan penelitian dari Dinas Pertanian. Karena itu, kami berharap para petani dapat mematuhinya,” ujarnya.

Pemerintah desa juga berharap generasi muda, khususnya mahasiswa asal Lambara Harapan, terus belajar dan berprestasi agar dapat kembali membangun daerahnya.

“Di desa ini kami juga berkolaborasi dengan desa tetangga dalam kegiatan karang taruna, seperti sepak bola, peringatan 17 Agustus, dan kegiatan lainnya,” tambah Reskianto.

Di sela perbincangan, Firdaus, salah seorang warga desa, mengusulkan adanya kegiatan sepak bola khusus penyandang disabilitas. Usulan tersebut mendapat sambutan positif dari aparat desa.

Selain itu, Firdaus juga mengusulkan pembentukan dai muda agar para dai di kampung tersebut lebih terstruktur dalam menjalankan kegiatan dakwah.

Menutup perbincangan, Pemerintah Desa Lambara Harapan berharap seluruh lapisan masyarakat dapat terus menaati aturan yang diterapkan pemerintah desa maupun pemerintah pusat demi kemajuan bersama.



Source link

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *






Featured

LAINNYA
xAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpgAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpg