Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI)Jakarta – Musuh-musuh Jokowi satu per satu berguguran. Habis Eggy Sudjana dan Damai Hari Lubis (DHL), kini giliran Rismon Sianipar yang lempar handuk. Mungkin mereka sudah mencium bau amis lantai penjara.
Eggy, DHL dan Rismon semula bergabung dengan Roy Suryo dan dr Tifa dalam mempersoalkan keabsahan ijazah S-1 Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Mereka menggugat ke sana-sini.
Namun di tengah perjalanan, mereka rontok satu per satu. Eggy dan DHL lebih dulu rontok dengan meminta “restorative justice” ke Polda Metro Jaya. Keduanya bahkan “sowan” ke Jokowi di rumahnya di Solo, Jawa Tengah. Status tersangka keduanya akhirnya dicabut.
Rismon pun demikian. Setelah minta restorative justice ke Polda Metro Jaya, Rismon pun sowan Jokowi ke Solo. Rismon juga minta maaf ke Jokowi dengan dalih ada data baru yang dia temukan, sehingga data lama terkait ijazah S-1 Jokowi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dia anggap salah.
Apakah status tersangka Rismon juga akan dicabut? Berkaca dari kasus Eggy dan DHL, mestinya demikian.
Refly Harun langsung mundur dari kuasa hukum Rismon. Roy Suryo melihat wajah Rismon penuh ketakutan.
Bagaimana tidak takut? Selain berstatus tersangka fitnah dan pencemaran nama baik Jokowi, Rismon juga dilaporkan para pendukung Jokowi ke Polda Metro Jaya terkait dugaan ijazah palsu miliknya.
Bukan hanya Eggy dan DHL yang mencium bau anyir lantai penjara, Rismon pun demikian. Sebab itu, ia cepat-cepat menyerah. Dan minta maaf. Bukan hanya kepada Jokowi, melainkan juga kepada Gibran Rakabuming Raka, anak sulung Jokowi yang menjadi Wakil Presiden RI.
Tidak, itu saja. Rismon juga mengaku akan menarik buku tulisannya yang sudah terlanjur beredar di masyarakat. Buku itu mendiskreditkan Jokowi dan keluarganya.
Apakah Roy Suryo dan dr. Tifa akan keukeuh menjalani proses hukum sebagai tersangka, tidak mengajukan restorative justice, apalagi minta maaf ke Jokowi?
Sejauh ini keduanya masih keukeuh. Padahal Roy pernah dipenjara terkait kasus stupa dengan foto mirip Jokowi.
Mungkin Roy sudah kebal. Atau mungkin idealisme bekas Menteri Pemuda dan Olahraga itu masih tebal. Ia tak takut mencium bau anyir lantai penjara.
Jika Roy pun menyerah, maka akan tamatlah riwayatnya sebagai aktivis politik dan demokrasi, seperti Eggy dan DHL yang langsung tamat marwahnya sebagai dedengkot aktivis.
Tidak ada komentar