Suasana cerah menghiasi langit biru di Desa Made, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, Sabtu (13/6/2026) atau bertepatan dengan Dzulhijjah 1447 H. Hari itu menjadi momen bersejarah dengan diresmikannya Mushola Sugiman Al Faqih yang berlokasi di Jalan Raya Mastrip Nomor 9 Desa Made.
Peresmian rumah ibadah tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua PCNU Lamongan Kyai Nur Salim, Sekretaris Daerah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Timur Ustadz Zainul, tokoh agama, tokoh masyarakat, Kepala Desa Made Eko Widjayanto, dan keluarga almarhum H. Moch. Sugiman Faqih sebagai wakaf tanah. Hadir pula praktisi hukum Naning Erna Susanti, SH, MH, beserta ratusan warga sekitar.
Rangkaian acara diawali dengan salat Dzuhur berjamaah, dilanjutkan dengan dzikir dan doa bersama. Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya jamaah yang memenuhi ruang utama dan halaman musala.
Dalam sambutannya dari keluarga ahli waris H. Moch. Sugiman Faqih mengatakan, kekayaan yang dimiliki manusia pada hakikatnya merupakan anugerah dari Allah SWT. Oleh karena itu, ia berharap wakaf musala dapat memberikan manfaat yang luas bagi umat dan menjadi amal yang terus mengalir pahalanya.
“Harta adalah titipan. Dengan adanya wakaf ini semoga bermanfaat bagi umat dan menjadi ladang pahala di akhirat. Sebagaimana ajaran agama mengingatkan kita untuk menjadikan kehidupan dunia sebagai ladang untuk mencapai kebahagiaan di akhirat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Made, Eko Widjayanto mengapresiasi didirikannya Musholla Sugiman Al Faqih yang dinilainya akan memudahkan masyarakat dalam menjalankan ibadahnya.
“Semoga dengan diresmikannya Mushola Sugiman Al Faqih ini, masyarakat sekitar semakin dimudahkan dalam beribadah sehingga dapat tercipta kesejukan, ketentraman dan keharmonisan di tengah kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Dalam tausiyahnya, Kyai Nur Salim menegaskan bahwa musala bukan sekedar bangunan fisik atau simbol keagamaan, melainkan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dengan hati yang bersih, seorang hamba bisa lebih dekat dengan Tuhan. Oleh karena itu, musala bukan hanya sebagai tempat beribadah, tetapi juga ruang untuk mensucikan diri, menata hati, pikiran, dan perilaku, ”ujarnya.
Acara peresmian ditutup dengan doa bersama dan silaturahmi. Kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur sekaligus wujud apresiasi kepada seluruh pihak yang telah ikut serta dalam pembangunan musala, dimulai dari ahli waris H. Moch. Sugiman Faqih, para dermawan, donatur, hingga masyarakat yang telah menyumbangkan tenaga, pikiran dan doanya.
Dengan berdirinya Musholla Sugiman Al Faqih, masyarakat berharap keberadaannya dapat menjadi pusat ibadah, pendidikan agama, dan mempererat persaudaraan Islam di lingkungan sekitar. Wartawan: Hadi Hoy
Tidak ada komentar