Oleh : Iwan Setiawan, S.IP (Alumni HI UMY dan Aktivis Mapala)
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa ingin memperluas rezekinya dan memanjangkan hidupnya, maka jalinlah tali silaturahmi.” Hadits ini tidak hanya sekedar pesan spiritual, tetapi juga pedoman sosial yang sangat relevan dalam kehidupan modern. Di tengah era yang penuh persaingan, hiruk pikuk media sosial, dan mudahnya saling serang, persahabatan justru menjadi salah satu cara membuka keberkahan hidup.
Banyak orang yang beranggapan bahwa kesuksesan hanya ditentukan oleh kecerdasan, modal, atau jabatan. Namun pada kenyataannya, hubungan baik antar manusia mempunyai pengaruh yang sangat besar. Keberuntungan seringkali datang melalui pertemuan. Peluang datang melalui komunikasi. Bantuan muncul karena hubungan yang terjalin dengan baik.
Oleh karena itu, memperluas silaturahmi dan menjaga persaudaraan bukanlah hal yang kecil. Dalam dunia bisnis, organisasi, pendidikan, bahkan perjuangan sosial, jaringan pertemanan merupakan kekuatan yang penting. Orang yang suka bersilaturahmi biasanya mempunyai wawasan lebih luas, peluang lebih besar, dan dukungan lebih kuat dibandingkan orang yang menutup diri atau sibuk mencari musuh.
Persahabatan juga mengajarkan kerendahan hati. Tidak semua orang langsung menerima komunikasi kita. Ada pula yang lambat dalam membalas pesan. Beberapa terlihat dingin. Ada pula yang belum memberikan respons sesuai harapan. Namun, hal tersebut tidak boleh membuat seseorang langsung berprasangka buruk.
Dalam kehidupan nyata, setiap orang mempunyai kesibukan dan masalahnya masing-masing. Ada yang sedang bekerja, menghadapi tekanan hidup, fokus pada keluarga, atau berada dalam situasi yang tidak diketahui orang lain. Jadi sikap terbaik adalah tetap berpikir positif.
Saat Anda menghubungi seseorang lewat WhatsApp dan tidak membalas, jangan buru-buru merasa diremehkan. Jangan langsung marah atau memutuskan hubungan. Bisa jadi orang tersebut memang sedang sibuk. Bisa jadi dia belum sempat membaca pesan tersebut. Bahkan bisa jadi ia sedang menghadapi masalah serius dalam hidupnya.
Sikap dewasa terlihat dari kemampuan menjaga prasangka baik terhadap sesama manusia.
Di lingkungan organisasi Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (KAUMY), budaya silaturahmi harus terus diperkuat. Alumni berasal dari berbagai latar belakang profesi. Ada yang menjadi akademisi, pengusaha, birokrat, aktivis, politisi, guru, dan pekerja sosial. Setiap orang mempunyai pengalaman dan potensi yang dapat dikolaborasikan.
Jika hubungan terbangun dengan baik, maka organisasi alumni dapat menjadi ruang yang baik untuk saling membantu dan saling menguatkan. Dari persahabatan, bisa muncul kolaborasi bisnis. Dari komunikasi ide-ide besar bisa muncul. Dari persahabatan dapat tumbuh solidaritas yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Namun sebaliknya, jika organisasi dipenuhi rasa iri, saling curiga, dan kebiasaan mencari-cari kesalahan, maka besarnya energi yang seharusnya digunakan untuk kemajuan justru terkuras pada konflik internal. Masyarakat jadi malas berkumpul. Persaudaraan menjadi tegang. Potensi organisasi tidak dikembangkan.
Oleh karena itu, penting bagi setiap anggota organisasi untuk mengedepankan semangat persatuan dan bukan permusuhan. Tidak semua perbedaan harus menjadi argumen. Tidak semua kesalahan perlu dibesar-besarkan. Terkadang seseorang perlu belajar memahami sebelum menilai.
Hidup ini terlalu singkat untuk diisi dengan kebencian.
Orang yang suka mencari musuh biasanya hidup dalam kelelahan batin. Pikirannya dipenuhi dengan kecurigaan. Hatinya sulit untuk ditenangkan. Sebaliknya, mereka yang gemar menjalin relasi akan lebih mudah menemukan kebahagiaan sosial. Ia mempunyai banyak saudara, banyak pintu komunikasi, dan banyak ruang untuk berkembang.
Dalam pengalaman hidup, banyak peluang besar yang lahir bukan karena lamaran formal, melainkan dari obrolan ringan saat berkumpul. Banyak pekerjaan ada karena hubungan yang baik. Banyak masalah terselesaikan karena komunikasi yang hangat.
Itulah sebabnya persahabatan mempunyai nilai yang sangat besar.
Budaya silaturahmi juga penting dalam menjaga kekokohan masyarakat dan bangsa. Ketika masyarakat lebih memilih berperang dibandingkan berdialog, maka perpecahan akan mudah terjadi. Media sosial saat ini sering memperlihatkan betapa mudahnya orang-orang saling menghina, memfitnah, dan menjatuhkan satu sama lain. Padahal, bangsa yang kuat lahir dari kemampuan menjaga persaudaraan di tengah perbedaan.
Perbedaan pandangan adalah hal biasa. Meski demikian, persaudaraan tetap harus dijaga. Jangan memutuskan persahabatan karena perbedaan pilihan politik. Jangan sampai perbedaan pendapat berubah menjadi permusuhan berkepanjangan.
Orang bijak memahami bahwa menjaga hubungan baik jauh lebih berharga daripada memenangkan ego sesaat.
Dalam organisasi alumni, semangat gotong royong perlu terus ditanamkan. Bila ada alumni yang sukses, berikan apresiasi. Ketika ada yang mengalami kesulitan, bantulah semampu Anda. Ketika ada program yang bagus, dukunglah bersama-sama. Suatu organisasi akan tumbuh besar jika dipenuhi dengan energi positif dan rasa memiliki.
Persahabatan juga merupakan investasi jangka panjang. Saat ini manfaatnya mungkin tidak terlihat, namun suatu hari hubungan baik ini dapat membuka jalan menuju bantuan yang tidak terduga. Banyak orang sukses karena mempunyai jaringan pertemanan yang luas dan hubungan sosial yang sehat.
Oleh karena itu, jangan bosan-bosan menyapa orang lain. Jangan malas menghadiri pertemuan. Jangan takut untuk membuka komunikasi terlebih dahulu. Terkadang sapaan sederhana bisa membuka persahabatan yang panjang.
Hidup bukan tentang siapa yang paling hebat, tapi siapa yang paling memberi manfaat bagi orang lain.
Maka mari tingkatkan silaturahmi, perluas silaturahmi, dan jaga komunikasi dengan hati yang bersih. Jangan buang energi untuk mencari permusuhan. Dunia ini terlalu penuh dengan kebencian. Yang dibutuhkan saat ini adalah lebih banyak persaudaraan, lebih banyak kepedulian, dan lebih banyak orang yang mampu membawa ketenangan satu sama lain.
Persahabatan tidak hanya memperluas hubungan antarmanusia, tetapi juga memperluas jalan keberkahan dalam hidup.
Tidak ada komentar