Komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memajukan seluruh puskesmas di Indonesia mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Ketua Umum PPJNA 98 Anto Kusumayuda menilai langkah ini merupakan bukti nyata keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat miskin, khususnya masyarakat miskin di daerah terpencil dan perbatasan.
Menurut Anto, selama bertahun-tahun banyak fasilitas kesehatan dasar di Indonesia yang kondisinya memprihatinkan. Bangunan tua, peralatan medis yang minim, dan keterbatasan tenaga medis merupakan permasalahan klasik yang belum terselesaikan secara merata.
Presiden Prabowo menunjukkan keberanian politik untuk membenahi permasalahan mendasar masyarakat. Ketika beliau mengatakan seluruh puskesmas di Indonesia akan diperbaiki, itu bukan sekedar janji pembangunan fisik, tapi bagian dari upaya mewujudkan keadilan sosial di bidang kesehatan, kata Anto Kusumayuda kepada wartawan, Senin (11/5/2026).
Ia menegaskan, masyarakat miskin merupakan kelompok yang paling merasakan dampak buruk dari lemahnya fasilitas kesehatan. Banyak warga di desa-desa, pulau-pulau terluar, dan daerah perbatasan yang harus menempuh perjalanan jauh hanya untuk mendapatkan layanan kesehatan dasar.
Oleh karena itu, PPJNA 98 memandang kebijakan revitalisasi puskesmas sebagai langkah strategis yang dapat mengurangi kesenjangan pelayanan kesehatan antara kota dan daerah terpencil.
“Kalau puskesmasnya bagus, peralatannya lengkap, dokternya tersedia, maka masyarakat kecil tidak perlu menunggu sakit berat baru ke rumah sakit besar. Negara lebih dekat dengan masyarakat,” ujarnya.
Pernyataan Presiden Prabowo disampaikan saat kunjungan kerja ke Miangas, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Dalam kunjungan tersebut, Presiden melihat langsung kondisi fasilitas kesehatan di wilayah terluar Indonesia.
Presiden mengungkapkan, masih ada puskesmas yang sudah puluhan tahun tidak direnovasi. Bahkan, berdasarkan informasi yang diterimanya dari Menteri Kesehatan, beberapa fasilitas kesehatan masih dalam kondisi tua sejak era pemerintahan Presiden Soeharto.
“Saya melihat beberapa puskesmas, Pak Menteri Kesehatan berbisik kepada saya, selama bertahun-tahun sejak masa Pak Harto, puskesmas tersebut tidak pernah diperbaiki. Semua puskesmas di Indonesia akan segera kita perbaiki,” kata Presiden Prabowo dalam siaran Sekretariat Presiden.
Bagi PPJNA 98, pernyataan ini menunjukkan bahwa pemerintah mulai fokus pada layanan dasar masyarakat, bukan hanya proyek simbolik besar.
Anto mengatakan, kualitas puskesmas menentukan masa depan kesehatan nasional. Sebab, puskesmas merupakan garda terdepan pelayanan kesehatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Di banyak daerah, kata dia, puskesmas tidak hanya menjadi tempat berobat, tetapi juga pusat pelayanan ibu dan anak, vaksinasi, penanganan gizi buruk, dan penyuluhan kesehatan masyarakat.
“Jika puskesmas diperkuat maka kualitas kesehatan masyarakat juga akan meningkat. Ini merupakan investasi jangka panjang bagi bangsa,” ujarnya.
Ia juga menilai langkah Presiden Prabowo membawa dampak sosial dan ekonomi yang luas. Menurutnya, masyarakat miskin seringkali terjerumus ke dalam kemiskinan karena mahalnya biaya pengobatan dan sulitnya mengakses layanan kesehatan.
Dengan adanya revitalisasi puskesmas secara nasional, beban masyarakat diharapkan dapat jauh berkurang karena pelayanan kesehatan dasar semakin mudah dijangkau.
Selain itu, PPJNA 98 berharap pemerintah tidak hanya membenahi fisik bangunan saja, namun juga memperhatikan kelengkapan alat kesehatan, ketersediaan obat, dan distribusi tenaga medis.
“Jangan sampai bangunannya bagus tapi dokternya tidak ada atau alat kesehatannya tidak lengkap. Revitalisasi harus menyeluruh,” tegas Anto.
Kebijakan pembenahan puskesmas juga dinilai sejalan dengan agenda pemerataan pembangunan nasional yang telah lama menjadi fokus Presiden Prabowo. Dalam kunjungannya ke Miangas, Presiden menekankan pentingnya pembangunan hingga wilayah terluar Indonesia agar masyarakat di pelosok dapat merasakan kehadiran negara secara nyata.
Selain revitalisasi puskesmas, pemerintah juga berencana membenahi sekolah dan menyediakan fasilitas pembelajaran digital, internet gratis, serta membangun Kampung Nelayan Merah Putih.
Program tersebut meliputi penyediaan kapal nelayan dan cold storage untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
PPJNA 98 menilai rangkaian kebijakan tersebut menunjukkan arah pembangunan pemerintahan Prabowo yang fokus pada penguatan pelayanan dasar masyarakat.
“Ini bukan sekedar pembangunan infrastruktur, tapi pembangunan kualitas hidup masyarakat. Kesehatan, pendidikan, dan perekonomian masyarakat kecil mulai tersentuh langsung,” kata Anto.
Ia optimis jika program revitalisasi puskesmas berjalan konsisten maka kualitas kesehatan masyarakat Indonesia akan meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Menurut Anto, keberhasilan pembangunan kesehatan tidak hanya diukur dari kemegahan rumah sakit di kota-kota besar, namun dari kemampuan negara dalam memberikan pelayanan kesehatan yang memadai hingga ke pelosok desa dan pulau-pulau terluar.
“Masyarakat miskin seringkali merasa jauh dari pelayanan negara. Dengan kebijakan ini, Presiden Prabowo ingin memastikan negara hadir hingga ke akar rumput,” tutupnya.
Tidak ada komentar