BPPMT Pekanbaru Kirim 30 Transmigran ke Enam Daerah Transmigrasi
waktu baca 3 menit
Senin, 27 Apr 2026 19:59 9 Catra
Ads Catra_inline artikel.jpg
Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BPPMT) Pekanbaru, Kementerian Transmigrasi, mencatat langkah baru penguatan pengembangan kawasan transmigrasi dengan melepas 30 transmigran berpindah ke enam kawasan transmigrasi (KT), Senin (27/4/2026).
Enam daerah yang menjadi tujuan penugasannya adalah KT Lunang Silaut di Provinsi Sumatera Barat, KT Pulau Rupat di Provinsi Riau, KT Telang di Provinsi Sumatera Selatan, KT Lagita di Provinsi Bengkulu, KT Bathin III di Provinsi Jambi, dan KT Tanjung Banon Rempang di Provinsi Kepulauan Riau.
Kehadiran transmigran trans-regional menjadi bukti semakin kuatnya semangat pembangunan dari pinggiran yang kini saling terhubung antar wilayah.
Ads Catra_inline artikel.jpg
Pemindahan Transmigran dari Kawasan Transmigrasi Barelang Kepulauan Riau (Dok BPPMT Pekanbaru)
Penggerak Transmigrasi adalah individu atau kelompok masyarakat di wilayah transmigrasi yang mempunyai kapasitas, semangat dan kepemimpinan untuk mendorong perubahan di wilayahnya. Mereka telah menjalani pelatihan intensif di BPPMT Pekanbaru sebelum akhirnya diterjunkan kembali ke daerah asal masing-masing.
Pemindahan Transmigran dari Kawasan Transmigrasi Barelang Kepulauan Riau (Dok BPPMT Pekanbaru)
Mereka diposisikan sebagai mitra strategis dalam menggerakkan sektor ekonomi, sosial, dan inovasi berbasis potensi lokal masing-masing daerah transmigrasi.
Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan teknis, namun juga membangun kepemimpinan dan kemandirian masyarakat melalui pendekatan partisipatif dan kolaboratif.
Peserta didorong untuk mampu mengidentifikasi peluang, mengelola sumber daya, dan menciptakan solusi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan.
Pemindahan Transmigran dari Kawasan Transmigrasi Barelang Kepulauan Riau (Dok BPPMT Pekanbaru)
Tujuan utama program ini adalah memperkuat peran masyarakat sebagai subjek pembangunan. BPPMT Pekanbaru ingin memastikan pembangunan kawasan transmigrasi tidak lagi bersifat top-down, namun tumbuh dari inisiatif, partisipasi, dan kekuatan lokal.
Selain peningkatan kapasitas sumber daya manusia, program ini juga diarahkan pada penguatan kelembagaan masyarakat dan pengembangan usaha produktif berdasarkan potensi daerah.
Tidak hanya itu, Penggerak Transmigran diharapkan mampu melahirkan inovasi-inovasi baru dan memperluas jaringan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sehingga kawasan transmigrasi dapat berkembang menjadi kawasan yang maju, mandiri, dan berdaya saing.
Kepala BPPMT Pekanbaru Ahmad Syahir mengatakan, program ini menyasar masyarakat transmigrasi yang memiliki potensi kepemimpinan dan kemauan untuk berkembang.
Mereka berasal dari berbagai kalangan seperti tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, dan kader potensial di daerah transmigrasi.
“Tidak hanya perorangan, para transmigran penggerak juga turut menyentuh dan hadir dari kelompok-kelompok strategis seperti lembaga ekonomi dan komunitas produktif yang dinilai mampu menjadi penggerak perekonomian daerah,” kata Ahmad Syahir pada acara penutupan pelatihan dan pelepasan Transmigran Pindah.
Menurutnya, dengan pendekatan berkelanjutan diharapkan para Penggerak Transmigran mampu menjadi katalis perubahan di kawasan transmigrasi.
“Menggerakkan perekonomian, memperkuat solidaritas sosial, dan menciptakan gerakan perubahan,” lanjutnya.
Kegiatan pelatihan ini juga dirancang untuk membangun jaringan antar wilayah transmigrasi. Dengan mempertemukan para aktivis dari berbagai daerah, diharapkan terjadi pertukaran ide, inovasi dan best practice yang dapat diterapkan di daerah masing-masing.
Pendekatan ini diyakini mampu mempercepat pengembangan kawasan transmigrasi sekaligus memperkuat posisi masyarakat sebagai aktor utama pembangunan daerah.
Tidak ada komentar