Iklan
xAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpgAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpg

Megilan Ekologis Lamongan: Pameran Seni Rupa Menyatukan Seniman dari Berbagai Daerah untuk Patriotisme dan Peduli Alam

waktu baca 2 menit
Rabu, 21 Jan 2026 11:33 15 Catra


Ads Catra_inline artikel.jpgAds Catra_inline artikel.jpg

Rabu, 20 Januari 2026, Aula Gedung Korpri Lamongan menjadi saksi pertemuan para seniman, sastrawan, dan tokoh budaya dalam pameran seni bertajuk “Megilan Ekologis Lamongan: Megilan di Lipatan Tanah dan Air”. Acara ini diprakarsai oleh Komunitas Pelukis Lamongan (Kospela) dan Douglas Club Integrated Institute, serta dimeriahkan pula oleh Perempuan Angklung Gotong Royong Surabaya. Pameran ini juga dihadiri oleh seniman dan perempuan dari berbagai daerah, antara lain Surabaya, Gresik, Madura, Sidoarjo, Ponorogo, Malang, Jombang, Tuban, Semarang, dan Bali.

Cak Rochim, budayawan asli Lamongan sekaligus protokoler acara menegaskan, setiap anak negeri lintas generasi, agama, ras, suku, dan profesi mempunyai tanggung jawab untuk ikut serta mengatasi permasalahan bangsa dengan keahliannya masing-masing. Tujuannya adalah untuk mewujudkan keadilan, kemakmuran dan kesejahteraan di Indonesia, serta membangkitkan rasa cinta tanah air pada generasi penerus bangsa.

Dalam sambutannya, Ketua PCNU Kabupaten Lamongan Syahrul Munir, M.Pd.I (Gus Syahrul) menyampaikan apresiasinya terhadap Kospela. Ia menilai pameran ini sangat inspiratif dan menjadi media kritik sosial terhadap perlakuan manusia terhadap alam. Gus Syahrul menyoroti fenomena bencana akibat penebangan hutan secara rakus dan penambangan liar yang mengakibatkan kerusakan lingkungan dan bencana di berbagai daerah, termasuk Aceh dan Sumatera. Menurutnya, karya lukis para pelukis Lamongan merupakan bentuk wujud kritik, saran, dan doa demi menjaga nilai-nilai luhur bangsa.

Ads Catra_inline artikel.jpgAds Catra_inline artikel.jpg

Maestro lukis Darmanto dan Hartono asal Semarang menjelaskan kepada awak media, pameran ini juga menjadi wadah untuk mengekspresikan emosi dan kecintaan mereka terhadap alam dan lingkungan tanah air melalui sapuan kuas di atas kanvas. Mereka berharap karya-karya tersebut mampu menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga keseimbangan sosial dan ekosistem.

Sementara itu, Husni Tamrin selaku panitia penyelenggara menambahkan, acara ini diadakan untuk mempertemukan seniman dari berbagai daerah, sehingga melalui kreativitasnya dapat membangun negeri dan memberikan kritik yang membangun.

Muklas, Ketua Douglas Club, menekankan pentingnya kebersamaan dan integrasi antar seniman, tokoh budaya, dan sastrawan dalam membangun negara melalui bakat, kreativitas, dan keahlian masing-masing.

Acara “Megilan Lamongan Ekologis” tidak hanya menampilkan keindahan karya seni, namun juga mengingatkan masyarakat akan tanggung jawab kolektif terhadap lingkungan, serta peran seni sebagai media pendidikan dan patriotisme nasional. Wartawan: Hadi Hoy

Simak berita dan artikel lainnya di Google Berita



Source link

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *






Featured

LAINNYA
xAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpgAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpg