Iklan
xAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpgAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpg

Pantau Evakuasi Tabrakan KA-KRL di Stasiun Bekasi Timur, PPJNA 98: Dasco Peduli Masyarakat

waktu baca 3 menit
Selasa, 28 Apr 2026 01:22 8 Catra

Menurut Anto, kehadiran Dasco di lokasi bencana bukan sekadar simbol politik, melainkan wujud nyata kepemimpinan yang hadir saat masyarakat membutuhkan pertolongan cepat.

Ads Catra_inline artikel.jpgAds Catra_inline artikel.jpg

Pak Dasco menunjukkan pejabat negara tidak hanya bekerja dari belakang meja. Beliau hadir langsung di tengah situasi darurat, memantau proses evakuasi, memastikan penanganan korban berjalan maksimal, dan memberikan rasa tenang kepada masyarakat. Ini bukti nyata kepedulian beliau terhadap rakyat, kata Anto Kusumayuda dalam keterangannya, Selasa (28/4/2026).

Anto menegaskan, respon cepat seorang pemimpin sangat penting dalam situasi krisis seperti kecelakaan transportasi massal yang menimbulkan korban jiwa dan luka-luka. Menurutnya, kehadiran langsung para pejabat negara memberikan pesan kuat bahwa negara tidak mengabaikan keselamatan rakyatnya.

Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 20.52 WIB di kawasan Stasiun Bekasi Timur. PT KAI menjelaskan, kecelakaan bermula dari sebuah taksi yang menabrak rangkaian kereta KRL Jalur Penyeberangan Langsung (JPL) dekat Bulak Kapal sehingga menyebabkan KRL berhenti mendadak. Di belakangnya, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari Gambir menuju Surabaya Pasarturi tak sempat mengelak dan akhirnya menabrak rangkaian KA KRL dari belakang.

Ads Catra_inline artikel.jpgAds Catra_inline artikel.jpg

Peristiwa tersebut menimbulkan korban jiwa dan puluhan penumpang luka-luka. Laporan awal menyebutkan sedikitnya tiga hingga empat orang meninggal dunia, sementara puluhan lainnya harus mendapat perawatan intensif. PT KAI pun sudah meminta maaf dan fokus pada proses penyelamatan dan evakuasi korban di lokasi kejadian.

Anto menilai langkah Dasco yang langsung menuju lokasi patut diapresiasi karena menunjukkan kepeduliannya terhadap keselamatan masyarakat. Ia mengatakan, masyarakat saat ini membutuhkan pemimpin yang tanggap, tidak hanya muncul saat situasi sudah mereda.

“Dalam situasi seperti ini masyarakat melihat siapa yang benar-benar hadir. Pak Dasco datang bukan untuk bergambar, tapi untuk memastikan penanganannya cepat. Ini yang dibutuhkan masyarakat saat ini, pemimpin yang sigap dan berani langsung turun,” ujarnya.

Lebih lanjut, Anto juga meminta agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan perkeretaapian khususnya di titik-titik perlintasan rawan dan koordinasi antar moda transportasi.

Menurutnya, kecelakaan seperti ini jangan hanya disikapi dengan penyesalan sesaat, namun harus menjadi momentum perbaikan yang serius agar tidak terulang kembali.

“Keselamatan transportasi masyarakat harus menjadi prioritas nasional. Jangan sampai masyarakat menjadi korban berulang karena lemahnya sistem pengawasan dan mitigasi. Negara harus hadir tidak hanya saat bencana terjadi, tapi juga dalam upaya pencegahannya,” tegas Anto.

Ia berharap pemerintah, PT KAI, KAI Commuter, dan kementerian terkait segera melakukan audit komprehensif terhadap prosedur keselamatan dan manajemen lalu lintas kereta api, terutama di kawasan padat seperti Bekasi dan Jabodetabek.

Bagi Anto, kehadiran Dasco malam itu menjadi simbol bahwa pemimpin sejati tidak menunggu laporan di mejanya, melainkan hadir langsung di tengah masyarakat untuk memastikan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama.

“Pak Dasco mencontohkan, politik harus berpihak pada rakyat. Ketika terjadi bencana, pemimpin harus hadir. Dan itu sudah dia tunjukkan,” pungkas Anto.



Source link

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *






Featured

LAINNYA
xAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpgAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpg