Pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Ketua Umum PPJNA 98 Anto Kusumayuda yang menilai pertemuan tersebut merupakan langkah strategis demi kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara.
Menurut Anto, komunikasi yang intens antara Presiden dan pimpinan DPR menjadi bagian penting dalam menjaga kelangsungan kebijakan nasional di tengah dinamika politik dan tantangan global yang terus berkembang.
Pertemuan Prabowo-Dasco bukan sekedar agenda politik biasa. Ini merupakan wujud nyata sinergi antara eksekutif dan legislatif untuk memastikan setiap kebijakan berpihak pada rakyat, ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (17/4/2026).
Dalam pertemuan tersebut juga dibahas berbagai isu strategis. Mulai dari kondisi perekonomian nasional, stabilitas politik, hingga tantangan keamanan global dan geopolitik yang berdampak pada Indonesia.
Anto menilai langkah Presiden Prabowo yang aktif berkomunikasi dengan DPR menunjukkan komitmen kuat dalam membangun pemerintahan yang terbuka dan responsif terhadap berbagai permasalahan nasional.
“Koordinasi seperti ini sangat penting agar tidak ada kebijakan yang berjalan sendiri-sendiri. Semuanya harus terintegrasi demi kepentingan nasional,” ujarnya.
PPJNA 98 memandang pertemuan ini sebagai bentuk penguatan sinergitas dua lembaga negara yang mempunyai peran vital dalam sistem pemerintahan. DPR sebagai lembaga legislatif menjalankan fungsi pengawasan dan penganggaran, sedangkan pemerintah sebagai lembaga eksekutif bertugas melaksanakan program pembangunan.
Dalam konteks ini, peran Sufmi Dasco Ahmad dinilai strategis sebagai jembatan komunikasi politik antara DPR dan pemerintah.
Dasco mempunyai posisi penting dalam memastikan aspirasi DPR dapat tersampaikan dengan baik kepada Presiden, serta mendukung program pemerintah agar berjalan efektif, jelas Anto.
Lebih lanjut, Anto menegaskan pertemuan seperti ini juga menjadi indikator bahwa pemerintah bergerak cepat dalam menyikapi berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat.
Di tengah tekanan perekonomian global dan dinamika geopolitik, Indonesia membutuhkan kepemimpinan yang solid dan komunikasi yang kuat antar lembaga negara.
“Negara harus hadir secara nyata. Tidak hanya dalam bentuk kebijakan, tapi juga melalui koordinasi yang solid dan pengambilan keputusan yang cepat,” tegasnya.
PPJNA 98 berharap hasil pertemuan tersebut dapat segera diwujudkan menjadi kebijakan konkrit yang berdampak langsung kepada masyarakat, terutama dalam menjaga stabilitas harga, meningkatkan kesejahteraan, dan memperkuat ketahanan nasional.
Anto menegaskan, masyarakat saat ini menaruh harapan besar kepada pemerintah dan DPR untuk bekerja lebih efektif dan berpihak pada kepentingan rakyat.
“Rakyat tidak butuh janji, tapi bukti. Dan pertemuan ini menjadi sinyal positif bahwa negara hadir dan bekerja untuk rakyat,” tutupnya.
Tidak ada komentar