Iklan
xAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpgAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpg

Ruang Pertemuan Ide Ekologi Megilan Lamongan, Seniman dan Tokoh Nasional Suarakan Kepedulian Lingkungan

waktu baca 2 menit
Minggu, 25 Jan 2026 07:42 12 Catra


Ads Catra_inline artikel.jpgAds Catra_inline artikel.jpg

Ruang temu gagasan yang memadukan visual, seni, dan hubungan manusia dengan lingkungan hidup tersaji penuh makna dalam kegiatan bertajuk “Megilan Ekologis Lamongan” yang digelar di Aula Gedung Korpri Lamongan, Sabtu (24/01/2026).

Kegiatan ini merupakan wadah dialog lintas generasi dan lintas profesi dalam membahas Lamongan saat ini, esok dan masa depan, melalui pendekatan seni, budaya, sosial, politik, agama dan ekologi lingkungan.

Maestro seni lukis dan budayawan Hartono bersama budayawan Cak Rokhim menekankan pentingnya pendidikan dini bagi generasi muda agar memiliki kepedulian terhadap alam dan lingkungan, serta peka terhadap permasalahan bangsa dan negara.

Ads Catra_inline artikel.jpgAds Catra_inline artikel.jpg

“Anak-anak harus dikenalkan sejak dini dengan nilai-nilai lingkungan, kemanusiaan, dan kepedulian terhadap kebangsaan agar tumbuh semangat patriotisme dan nasionalisme,” kata Cak Rokhim antusias, saat menerima kunjungan siswa-siswi SDN Baturono, Kecamatan Sukodadi.

Acara ini dihadiri oleh seniman, sastrawan, tokoh budayawan, tokoh lintas agama, anggota DPRD, unsur layanan pemerintah, komunitas seni, bahkan mahasiswa. Mereka berinteraksi langsung melalui karya seni yang mengangkat permasalahan sosial, budaya, politik, agama, serta permasalahan lingkungan dan ekologi alam secara komprehensif.

Kerja sama lintas profesi ini membentuk misi bersama dalam mewujudkan keadilan, kesejahteraan dan kesejahteraan demi kejayaan Lamongan Megilan yang tetap menjunjung tinggi nilai kesopanan dan martabat.

Disela-sela lokakarya, Anggota DPRD Lamongan Husen S.Ag., M.Pd menyampaikan apresiasinya kepada penyelenggara dan penggagas Kospela dan Douglas Club. Ia menilai kegiatan ini sarat dengan pesan moral dan kritik sosial terhadap kondisi ekosistem lingkungan di Lamongan.

Husen menyinggung permasalahan banjir yang kerap melanda kawasan Bengawan Njeroh dan sekitarnya. Menurutnya, Pemkab bersama Pemprov terus melakukan upaya untuk menangani hal tersebut, antara lain dengan menambah cerobong atau tabung untuk menyedot air yang mengalir ke sungai.

“Langkah ini diharapkan dapat mempercepat surutnya air banjir, sehingga petani sawah dan tambak tetap bisa panen dan kerugian bisa diminimalisir,” tutupnya.

Senada, Wakil Ketua PCNU Lamongan Kyai Nur Salim menekankan perlunya respon cepat dari pemerintah daerah. Ia mengatakan, banjir telah menggenangi rumah warga dan lahan pertanian selama hampir dua bulan sehingga mengakibatkan gagal panen para petani tambak di 6 kecamatan dan 146 desa.

“Semoga melalui kegiatan ini para seniman dapat menginspirasi kita semua untuk lebih peduli dan bergerak bersama,” pungkas Kyai Nur Salim.

Kegiatan “Megilan Ekologi Lamongan” mendapat dukungan dari berbagai pihak antara lain Komunitas Sketsa Indonesia Tunggal Roso, Tesla Paints, SPS Corporate, Ikatan Pelukis Indonesia, DutaPlasa Wallpaper, Bank Daerah BDL Lamongan, RSUD Soegiri, dan PD Pasar Lamongan. Wartawan: Hadi Hoy

Simak berita dan artikel lainnya di Google Berita



Source link

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *






Featured

LAINNYA
xAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpgAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpg