Hasil survei terbaru Poltracking Indonesia menempatkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai kebijakan pemerintah yang paling memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Temuan ini dinilai menjadi indikator kuat bahwa janji-janji politik Presiden Prabowo Subianto mulai diwujudkan secara nyata di lapangan.
Ketua Umum PPJNA 98 Anto Kusumayuda menyatakan, hasil survei tersebut bukan sekadar angka statistik, melainkan cerminan langsung kepuasan masyarakat terhadap program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Menurut Anto, program MBG memiliki jangkauan yang luas karena menyasar kelompok paling rentan, terutama anak sekolah dan keluarga berpenghasilan rendah. “Ini bukan sekadar soal pangan gratis, tapi soal investasi sumber daya manusia. Ketika anak mendapat asupan gizi yang baik, maka masa depan bangsa juga ikut kokoh,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (14/4/2026).
Hasil survei Poltracking Indonesia, mayoritas responden mengaku merasakan langsung dampak program MBG dibandingkan program pemerintah lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan yang berorientasi pada kebutuhan dasar masyarakat memiliki tingkat penerimaan yang tinggi.
Anto meyakini kesuksesan MBG tidak lepas dari pendekatannya yang sederhana namun tepat sasaran. Di tengah tekanan perekonomian global dan kenaikan harga kebutuhan pokok, kehadiran program ini memberikan bantalan sosial yang signifikan bagi masyarakat.
“Rakyat tidak butuh program yang ribet, butuh solusi konkrit. MBG menjawab itu. Ini bukti arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto berpihak pada rakyat kecil,” tegasnya.
Program MBG merupakan salah satu janji utama kampanye Prabowo Subianto. Dengan hasil survei yang menunjukkan dampak nyata, Anto menyebut hal tersebut merupakan validasi komitmen politik yang mulai diwujudkan secara konsisten.
Ia menambahkan, kepercayaan masyarakat merupakan modal penting dalam menjaga stabilitas pemerintahan. Ketika masyarakat merasakan langsung manfaat kebijakan, maka legitimasi pemerintah akan semakin kuat.
“Ini bukan sekadar janji politik, tapi bukti kerja pemerintah. Survei ini menunjukkan kepercayaan masyarakat semakin besar karena ada hasil yang dirasakan,” ujarnya.
Meski demikian, Anto mengingatkan keberhasilan awal program MBG harus dibarengi dengan penguatan implementasi di berbagai daerah. Ia menilai masih ada tantangan dari sisi distribusi, kualitas pangan, dan pengawasan anggaran agar program tetap tepat sasaran dan berkelanjutan.
Selain itu, ia juga mendorong agar program MBG tidak berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dengan kebijakan lain seperti pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Ke depan MBG harus menjadi bagian dari ekosistem pembangunan manusia Indonesia. Jangan berhenti sampai di sini, tapi terus dikembangkan dan disempurnakan,” ujarnya.
PPJNA 98 menyatakan komitmennya untuk terus mengawal program pemerintah agar tetap berpihak pada rakyat. Anto menegaskan, pihaknya akan aktif memberikan masukan dan melakukan pengawasan sosial di lapangan.
Menurutnya, keberhasilan program pemerintah tidak hanya bergantung pada kebijakan, tetapi juga partisipasi masyarakat dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas.
“Masyarakat sekarang sudah pintar. Mereka bisa menilai mana program yang benar-benar berjalan dan mana yang hanya sekedar wacana. MBG terbukti bisa dirasakan dan harus kita jaga bersama,” tutupnya.
Dengan hasil survei tersebut, maka program MBG tidak hanya menjadi simbol keberhasilan awal pemerintah, namun juga menjadi tolok ukur bagaimana kebijakan publik dapat dirancang secara efektif untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat Indonesia.
Tidak ada komentar