Iklan
xAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpgAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpg

Gerakan Rakyat Halal Bihalal se-Jawa Timur di Kediri, Soroti Pajak dan Ketenagakerjaan

waktu baca 2 menit
Minggu, 5 Apr 2026 21:53 7 Catra


Ads Catra_inline artikel.jpgAds Catra_inline artikel.jpg

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Rakyat Lamongan menghadiri acara halal bihalal ormas dan Partai Gerakan Rakyat se-Jawa Timur yang dilaksanakan pada Sabtu (04/04) di Taman Tanjung Anwar, Tegowangi, Pabelasan, Kediri, Jawa Timur.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan 38 Ormas DPD dan Partai Gerakan Rakyat se-Jawa Timur. Acara yang semula diperkirakan menghadirkan Anies Baswedan itu akhirnya dihadiri Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat Sahrin Hamid, serta Ketua Ormas DPW Jatim Prof.

Kegiatan tersebut berlangsung di basecamp perkebunan pisang milik Irzak Ibnu Tanjung yang juga salah satu pengurus DPW Partai Gerakan Rakyat Jawa Timur. Irzak dalam sambutannya membahas tentang proses pemberdayaan tanaman porang yang dikembangkannya sebagai bagian dari upaya penguatan perekonomian masyarakat.

Ads Catra_inline artikel.jpgAds Catra_inline artikel.jpg

Selanjutnya Prof Misranto memberikan pembekalan mengenai kondisi nasional dan arah perjuangan Gerakan Rakyat di bawah komando Anies Baswedan menuju cita-cita masyarakat adil dan makmur.

Dalam pemaparannya, Misranto menyoroti sejumlah indikator kesejahteraan yang dinilai belum tercapai meski Indonesia telah merdeka selama 80 tahun. Ia mengkritisi sistem perpajakan yang dinilai semakin memberatkan masyarakat.

“Dulu pajak hanya satu jenis, sekarang berkembang menjadi belasan jenis. Hal ini menimbulkan pertanyaan, kemana perginya hasil pajak dari perusahaan besar, sementara masyarakat terus dibebani dengan pajak yang terus meningkat,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyinggung UU Ketenagakerjaan Nomor 13 yang menurutnya telah mengalami perubahan melalui kebijakan omnibus law yang dinilai akan berdampak pada posisi pekerja di Indonesia.

“Tenaga kerja seolah-olah menjadi budak di negerinya sendiri. Berbeda dengan dulu yang buruh diposisikan sebagai mitra,” tegasnya.

Sebagai penutup, disampaikan pula materi mengenai perjalanan ormas dan Partai Gerakan Rakyat yang resmi berdiri pada 18 Januari 2026. Meski menghadapi berbagai tantangan dalam proses pendiriannya, namun diharapkan organisasi ini mampu memberikan warna baru dalam dinamika politik nasional dan mendorong terwujudnya kesejahteraan masyarakat Indonesia di masa depan. (Yunus)

Simak berita dan artikel lainnya di Google Berita



Source link

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *






Featured

LAINNYA
xAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpgAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpg