Iklan
xAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpgAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpg

Aktivis Soroti Gaya Boros Sejumlah Kepala Desa Kediri di Tengah Kasus Suap Perangkat Desa

waktu baca 3 menit
Sabtu, 7 Mar 2026 16:02 27 Catra


Ads Catra_inline artikel.jpgAds Catra_inline artikel.jpg

Sikap sejumlah kepala desa di Kabupaten Kediri menjadi sorotan publik setelah beredar foto dan video yang memperlihatkan mereka sedang menikmati hidangan di sebuah restoran mewah di kawasan Kota Kediri. Momen tersebut menuai kritik karena terjadi di tengah munculnya kasus dugaan suap dalam proses pemilihan perangkat desa yang melibatkan beberapa kepala desa.

Kasus ini sebelumnya melibatkan tiga kepala desa, yakni Imam Jamiin selaku Kepala Desa Kalirong, Kecamatan Tarokan, Sutrisno, Kepala Desa Mangunrejo, Kecamatan Ngadiluwih, dan Darwanto, Kepala Desa Pojok, Kecamatan Wates. Ketiganya terlibat kasus dugaan suap terkait penagihan aparat desa di wilayah Kabupaten Kediri.

Namun di tengah proses hukum yang masih menyita perhatian publik, beredar foto dan video yang memperlihatkan sejumlah kepala desa tampak santai bersama sambil menikmati makanan di sebuah restoran di Kota Kediri. Sikap tersebut dinilai sebagian pihak menunjukkan tidak ada beban moral atas kasus yang sedang berjalan.

Ads Catra_inline artikel.jpgAds Catra_inline artikel.jpg

Aktivis Gerakan Kediri Raya, Bagus Romadon mengaku prihatin dengan perilaku tersebut. Ia menilai, para kepala desa yang tersangkut atau tersangkut kasus ini sebaiknya lebih banyak introspeksi diri.

Coba kita pikirkan bagaimana perasaan para calon perangkat desa yang sebelumnya berharap lolos namun akhirnya urung karena ulah para kepala desa tersebut. Pasti mereka merasa sakit hati, kata Bagus Romadon kepada wartawan, Sabtu (7/3/2026).

Bagus menegaskan, sebagai warga Kediri dirinya sangat menyayangkan sikap kepala desa tersebut. Menurutnya, masyarakat menaruh perhatian besar terhadap kasus dugaan suap dalam menuntut aparat desa, sehingga aparat desa harus lebih berhati-hati dalam bersikap.

Ia pun menyebut nama beberapa kepala desa lain yang juga menjadi sorotan, di antaranya Agus Pranoto selaku Kepala Desa Kayen Kidul dan Johansya atau Johan yang menjabat sebagai Kepala Desa Klampitan, Kecamatan Purwoasri. Keduanya sebelumnya dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan kasus suap aparat desa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya.

Dalam persidangan, keduanya mengaku menerima uang terkait proses pengisian perangkat desa di wilayahnya masing-masing. Bahkan, dalam dakwaan JPU, mereka juga disebut terlibat dalam pertemuan yang digelar pada 22 November 2023 di Ama Cafe, Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Ngadirejo, Kota Kediri.

Menurut Bagus, jika mantan kepala desa berkumpul atau bersilaturahmi tentu tidak menjadi masalah. Namun jika kepala desa yang tersangkut atau terlibat kasus dugaan suap terlihat bersenang-senang di ruang publik, hal ini berpotensi menimbulkan persepsi negatif di kalangan masyarakat.

“Kalau mantan kepala desa berkumpul dengan teman-temannya tentu tidak ada masalah. Tapi kalau kepala desa yang sedang tersangkut kasus suap bersikap seperti itu, bukankah terkesan mengejek keadaan?” dia menyimpulkan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari para kepala desa yang disebut terlibat maupun pihak terkait lainnya terkait beredarnya foto dan video tersebut. Reporter: Tim/Hadi Hoy

Simak berita dan artikel lainnya di Google Berita



Source link

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *






Featured

LAINNYA
xAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpgAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpg