Iklan
xAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpgAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpg

Ariawan, Anak Petani yang Menjadi Komisaris Independen PT Taspen

waktu baca 3 menit
Sabtu, 7 Mar 2026 19:11 22 Catra

Oleh: Achsin El-Qudsy

Ads Catra_inline artikel.jpgAds Catra_inline artikel.jpg

Di ruang rapat formal, namanya dipanggil dengan penuh hormat. Pak Ariawan. Di kalangan sahabat dan kolega, ia lebih akrab disapa Bang Ariawan atau Mas Ariawan. Pembawaannya tenang, tutur katanya rapi, dan sikapnya hangat. Ia dikenal sebagai sosok yang mudah dihubungi dan hampir selalu membalas pesan WhatsApp, baik melalui teks maupun suara.

Dibalik posisinya yang strategis sebagai Komisaris Independen PT Taspen, perjalanan hidup Ariawan dimulai dari akar yang sangat sederhana. Ia dilahirkan dalam keluarga petani. Dunia yang membentuk dirinya adalah dunia kerja keras, kesabaran dan ketekunan.

Istilah yang sering dipopulerkan oleh politikus PDIP Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul, Ariawan berasal dari kalangan “Korea” – masyarakat awam. Istilah ini menggambarkan orang-orang dari lapisan sosial bawah yang menjalani hidup melalui kerja keras dan ketekunan.

Ads Catra_inline artikel.jpgAds Catra_inline artikel.jpg

Karir Ariawan tidak dimulai dari kursi empuk di ruang rapat. Dia memulai sebagai reporter. Dunia jurnalisme merupakan sekolah kehidupan yang mengasah pemikiran tajam, ketekunan dalam mencari fakta, dan kemampuan berkomunikasi dengan berbagai kalangan.

Pengalaman lapangannya membawanya untuk memahami secara langsung dinamika sosial, politik dan ekonomi. Dari redaksi hingga pemberitaan di lapangan, Ariawan belajar melihat Indonesia dari dekat.

Perjalanan profesionalnya kemudian berkembang. Ia dipercaya menjadi Presiden Direktur di Sin Po Media Group sejak tahun 2020. Dalam posisi tersebut, beliau terlibat dalam manajemen media, memperkuat manajemen editorial, dan mengembangkan bisnis informasi di tengah perubahan besar di dunia digital.

Di bidang lembaga pers nasional, Ariawan juga pernah menjadi anggota Dewan Pengawas ANTARA periode 2024 hingga 2026. Peran tersebut menambah pengalamannya dalam tata kelola lembaga publik dan industri media nasional.

Beliau juga aktif sebagai Direktur Pemberitaan Nasional, posisi yang membutuhkan ketajaman analisis serta kemampuan memimpin tim redaksi dalam menyajikan informasi yang kredibel.

Di tengah kesibukan profesionalnya, Ariawan tak meninggalkan dunia akademis. Ia dikenal memiliki semangat belajar yang kuat.

Beliau meraih gelar Sarjana Administrasi Publik dari Institut STIAMI. Pendidikan ini menjadi landasan awal pemahamannya tentang birokrasi, administrasi publik, dan tata kelola pemerintahan.

Perjalanan akademisnya berlanjut hingga ke jenjang magister. Beliau menyelesaikan program Magister Ilmu Administrasi Negara di Institut STIAMI.

Tak berhenti sampai disitu, ia juga menempuh pendidikan Magister Hukum Tata Negara di Universitas Jayabaya. Bidang ini memperdalam pemahaman seseorang tentang sistem ketatanegaraan, konstitusi dan peraturan pemerintah.

Puncak perjalanan akademisnya adalah gelar doktor di bidang Administrasi Publik dari Universitas Prof. Dr Moestopo (Religius). Gelar ini memperkuat kapasitas intelektualnya dalam memahami kebijakan publik dan tata kelola lembaga negara.

Perjalanan panjang tersebut akhirnya mengantarkannya diangkat menjadi Komisaris Independen PT Taspen sejak tahun 2026.

Taspen merupakan perusahaan negara yang menyelenggarakan program tabungan hari tua dan pensiun bagi aparatur sipil negara dan penyelenggara negara. Kedudukan komisaris independen mempunyai tanggung jawab yang besar dalam memastikan tata kelola perusahaan yang transparan, profesional dan berpihak pada kepentingan publik.

Dengan latar belakang jurnalistik, akademis, dan pengalaman di dunia media dan institusi, Ariawan membawa perspektif yang unik. Beliau memahami pentingnya akuntabilitas, transparansi informasi, dan integritas dalam pengelolaan lembaga publik.

Bagi Ariawan, perjalanan hidupnya tak pernah lepas dari asal usulnya sebagai anak petani. Nilai-nilai yang dipelajarinya sejak kecil tetap menjadi pedomannya.

Mulai dari lahan pertanian hingga ruang rapat perusahaan negara, langkah Ariawan menggambarkan satu hal penting dalam kehidupan bermasyarakat Indonesia: peluang selalu terbuka bagi mereka yang bekerja keras dan tidak berhenti belajar.

Kisahnya menjadi potret mobilitas sosial di negeri ini. Tentang seseorang dari kalangan masyarakat awam yang menaiki tangga kehidupan dengan penuh kesungguhan hingga dipercaya mengemban amanah di tingkat nasional.

Simak berita dan artikel lainnya di Google Berita



Source link

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *






Featured

LAINNYA
xAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpgAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpg