Iklan
xAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpgAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpg

Banjir Setinggi Paha Dewasa Rendam Jalan Raya Mantup–Mojokerto, Warga Desak Evaluasi Drainase

waktu baca 3 menit
Sabtu, 28 Feb 2026 02:06 15 Catra


Ads Catra_inline artikel.jpgAds Catra_inline artikel.jpg

Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan Kecamatan Mantup pada Jumat sore (27/2/2026) kembali menyebabkan banjir besar di Jalan Raya Mantup-Mojokerto, tepatnya di kawasan depan pasar hingga Puskesmas Mantup, Dusun Sambilan, Desa Mantup, Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan. Genangan air dilaporkan mencapai setinggi paha orang dewasa dan menghambat aktivitas warga serta pengguna jalan.

Banjir di lokasi ini bukan kali pertama terjadi. Warga menilai permasalahan ini merupakan permasalahan berulang yang belum terselesaikan secara tuntas, padahal kawasan tersebut tergolong kawasan dataran tinggi. Setiap kali turun hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi, air selalu meluap dan menutupi jalan.

“Ini sudah sering terjadi. Meski wilayah di sini berada di dataran tinggi, namun banjir terus berulang. Kami menduga ada yang salah dengan pengelolaan drainase,” kata salah satu pengguna jalan yang terjebak banjir saat dikonfirmasi awak media.

Ads Catra_inline artikel.jpgAds Catra_inline artikel.jpg

Jalan tergenang tersebut merupakan akses poros strategis yang menghubungkan Desa Mantup dengan Kota Mojokerto dan jalur menuju Ngimbang. Akibat banjir tersebut, arus lalu lintas terhambat, mobilitas masyarakat terganggu, distribusi bahan pokok terhambat, dan aktivitas perekonomian di sekitar pasar menurun drastis.

Perwakilan warga Dusun Sambilan mengatakan, selama ini masyarakat hanya mampu menangani keadaan darurat secara mandiri. Namun mereka berharap ada langkah serius dari pemerintah daerah.
“Kami sebagai warga sudah berusaha saling membantu saat terjadi banjir, namun kami sangat berharap instansi terkait segera mengambil langkah serius dan terencana untuk menyelesaikan permasalahan yang berulang ini,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Masyarakat secara terbuka mengundang instansi terkait antara lain Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Lamongan, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lamongan, Pemerintah Kecamatan Mantup, dan Pemerintah Desa Mantup untuk datang langsung meninjau lokasi.

Beberapa solusi yang diharapkan antara lain evaluasi menyeluruh dan pembangunan sistem drainase yang memadai, pengaturan aliran air sungai dan banjir lokal, serta penerapan langkah-langkah pelestarian lingkungan untuk mengurangi risiko banjir di masa depan.

Selain berdampak pada mobilitas dan perekonomian, warga juga mengkhawatirkan potensi kerusakan infrastruktur jalan dan risiko kesehatan akibat genangan air yang tidak dikelola dengan baik.

“Kami tidak hanya mengharapkan penanganan darurat ketika banjir terjadi, namun juga upaya preventif dan solusi jangka panjang yang berkelanjutan agar permasalahan ini tidak terus mengganggu setiap musim hujan,” tambah perwakilan warga.

Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan kajian teknis mendalam terkait kondisi drainase, topografi wilayah, dan pola aliran air di sekitar Jalan Raya Mantup-Mojokerto. Langkah ini dinilai penting agar penanganan banjir bisa tepat sasaran dan mendukung kesejahteraan serta kelancaran akses masyarakat Desa Mantup dan sekitarnya. Wartawan: Hadi Hoy

Simak berita dan artikel lainnya di Google Berita



Source link

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *






Featured

LAINNYA
xAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpgAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpg