Forum Kader Pertahanan Nasional (FKBN) Kabupaten Lamongan melalui Sektor UMKM dan Ekonomi Kerakyatan mencatatkan prestasi yang signifikan dalam mendukung penguatan perekonomian masyarakat. Dalam kurun waktu 2022 hingga 2025, FKBN berhasil menampung 2.458 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui program fasilitasi legalitas usaha gratis.
Program ini merupakan salah satu langkah strategis dalam mendorong pelaku UMKM memiliki legalitas resmi, sehingga dapat meningkatkan daya saing, memperluas akses pasar, dan memperoleh peluang pembiayaan dari lembaga keuangan.
Ketua FKBN Kabupaten Lamongan, Muhammad Ferry Fadli mengatakan legalitas usaha menjadi landasan penting dalam pembangunan UMKM yang berkelanjutan. Tanpa adanya legalitas, pelaku usaha seringkali mengalami hambatan dalam mengakses program pemerintah dan kemitraan dengan pihak swasta.
“Melalui program pendampingan legalitas gratis ini, kami ingin memastikan UMKM di Lamongan naik kelas. Tidak hanya bertahan, tapi juga berkembang secara profesional dan berdaya saing,” ujarnya. Jumat, (10/04/2026).
Lebih lanjut FKBN menegaskan, program ini merupakan bagian dari kontribusi nyata dalam mendukung perekonomian kerakyatan sekaligus wujud bela negara di bidang perekonomian. Dengan penguatan UMKM diharapkan ketahanan perekonomian daerah juga semakin kuat.
Pelaku UMKM yang telah mendapatkan fasilitasi hukum menyambut baik program ini. Mereka mengaku terbantu dalam proses administrasi yang sebelumnya dianggap ribet dan membutuhkan biaya besar.
Senada dengan itu, Ketua Bidang UMKM dan Ekonomi Kerakyatan FKBN Kabupaten Lamongan Fatchur Rozi mengatakan, capaian ini merupakan hasil kerja kolektif beberapa kader yang turut mendampingi Halal Center dan komitmen nyata dalam mendukung para pelaku UMKM naik kelas.
“Program pendamping legalitas gratis ini kami hadirkan sebagai bentuk dukungan terhadap para pelaku UMKM. Banyak di antara mereka yang sebenarnya memiliki potensi besar, namun terganjal dari aspek legalitasnya. Di sinilah FKBN hadir untuk menjembataninya,” kata Fatchur Rozi.
Ia menambahkan, legalitas bukan sekedar administrasi, namun menjadi pintu masuk bagi UMKM untuk berkembang lebih luas, mulai dari akses permodalan, kemitraan usaha, hingga peluang memasuki pasar yang lebih besar.
“Kami berharap UMKM di Lamongan tidak hanya bertahan, tapi mampu tumbuh, mandiri dan berdaya saing. Ini juga bagian dari semangat bela negara melalui penguatan perekonomian masyarakat,” tutupnya.
Ke depan, FKBN Kabupaten Lamongan berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan program dengan membuat saluran pasar online UMKM Bela Negara (https://umkmbelanegara.com/) serta meningkatkan kualitas bantuan jangka kepada para pelaku UMKM di Kabupaten Lamongan agar mampu bersaing di tingkat regional dan nasional.
Sebagai penutup, semangat “Salam Bela Negara” terus digaungkan sebagai pengingat bahwa membangun perekonomian umat adalah bagian dari pengabdian kepada bangsa dan negara. Pewarta Hadi Hoy
Tidak ada komentar