xAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpgAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpg

Apakah Anda bersedia jika Gibran menjadi presiden menggantikan Prabowo?

waktu baca 3 menit
Senin, 13 Apr 2026 11:32 125 Catra


Ads Catra_inline artikel.jpgAds Catra_inline artikel.jpg

Situasi politik di negara tersebut belakangan ini semakin memanas. Bukan hanya para ekonom dan analis politik yang menyuarakan potensi memburuknya perekonomian dan demokrasi Indonesia. Banyak pihak yang turut angkat bicara, seperti Jusuf Kalla dan Saiful Mujani.

Salah satu indikator yang sering disuarakan para pengamat ekonomi adalah defisit APBN yang semakin melebar pada tahun 2026. Hingga akhir Maret, defisit APBN mencapai Rp240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis prodemokrasi Andrie Yunus menambah catatan kelam demokrasi di Indonesia. Apalagi, terkait dugaan keterlibatan lembaga intelijen dalam penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.

Ads Catra_inline artikel.jpgAds Catra_inline artikel.jpg

Tak kurang dari Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla pun mewaspadai potensi kekacauan pada Juli-Agustus 2026.

Menanggapi teguran Jusuf Kalla, Ketua Umum Golkar 2004-2009, Wakil Ketua Umum Golkar Idrus Marham mengatakan lebih spesifik, “Kalau suatu pernyataan menentukan akan terjadi sesuatu, itu bukan lagi prediksi. Seolah-olah sudah ada skenario dan target operasionalnya,” kata Idrus Marham seperti dikutip beberapa media.

Kekhawatiran terhadap skenario atau target operasional di tengah potensi ambruknya perekonomian Indonesia semakin diperjelas dengan seruan pendiri lembaga survei, Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), yang menyerukan agar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto digulingkan.

Gejolak politik yang berujung kisruh dan potensi ambruknya perekonomian Indonesia dinilai menjadi bagian dari skenario dan sasaran operasi penggulingan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk digantikan oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Jika rumor mengenai skenario dan target operasi penggulingan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto digantikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka benar adanya. Relakah Anda jika Gibran Rakabuming Raka pada awal proses pencalonan dirinya sebagai calon wakil presiden dinilai Dewan Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) melakukan pelanggaran etik berat karena belum cukup umur sebagaimana dipersyaratkan undang-undang?

Bukan itu saja. Berbagai tudingan juga menimpa Gibran Rakabuming Raka terkait pendidikan terakhirnya yang dikabarkan belum tamat SMA dan isu lainnya.

Banyaknya isu negatif yang menerpa putra sulung Jokowi, Gibran, akan memicu tindakan masif terhadap Gibran jika ada skenario dan operasi penggantian Presiden Prabowo oleh Wakil Presiden Gibran.

Pertanyaan ini penting. Masyarakat khawatir. Kekhawatiran tingkat tinggi. Apalagi, isu kudeta merangkak sudah beredar sejak lama. Belum lagi berdasarkan survei elektabilitas Gibran “nasakom” alias “nasib satu koma”. Gibran tampil di panggung politik bukan karena prestasi dan isi otaknya.

Hanya karena dia anak presiden dan paman hakim Mahkamah Konstitusi. Keluarnya putusan MK Nomor 90 menjadi bukti nyata kehadiran Gibran di kancah politik nasional karena paman dan anak Presiden. Keduanya telah dikukuhkan oleh Mahkamah Konstitusi.

Menurut prediksi penulis, akan terjadi resistensi yang tinggi terhadap Gibran. Potensi bertemunya dua massa aksi. Salah satu massa yang protes menolak Gibran. Demonstrasi lainnya merupakan pendukung Gibran. Massa pendukung Jokowi masih eksis hingga saat ini.

Pertemuan dua massa pro dan kontra Gibran berpotensi menimbulkan pertumpahan darah. Apalagi, Kapolri dan Panglima TNI saat ini dinilai dekat dengan mantan Presiden ke-7 RI, Jokowi.

Apakah Presiden Prabowo Subianto mengetahui skenario dan target operasi untuk menggulingkannya? Tentu saja kamu tahu. Presiden Prabowo tidak mungkin tidak mengetahuinya. Hanya saja Prabowo pura-pura tidak tahu. Seperti kata pepatah, “sambil menyelam, minumlah air”.

Kita tunggu saja skenario Allah subhanahu wata’ala. Yakinlah bahwa rencana Allah jauh lebih indah dan terbaik, meski rencana kita tidak berjalan sesuai keinginan kita, karena Allah lebih tahu apa yang terbaik untuk hamba-Nya.

Tarmizi Yusuf, Kolumnis

Bandung, 24 Syawal 1447/13 April 2026

Simak berita dan artikel lainnya di Google Berita



Source link

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *





Featured

LAINNYA
xAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpgAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpg