Ikatan Alumni Kota Studi Hollandia Jayapura Perkuat Barisan: Serahkan Surat Tugas Koordinator Daerah, Langkah Awal Konsolidasi Menuju Kemajuan Bersama
SORONG – Guna memperkuat struktur organisasi dan memperluas peran dalam pembangunan daerah, Ikatan Alumni Kota Studi Hollandia Jayapura Provinsi Papua Barat Daya melakukan langkah strategis dengan menyerahkan surat tugas kepada Koordinator Daerah (Korda) untuk lingkup Kota Sorong dan Kabupaten Sorong. Penyerahan berlangsung khidmat di Sekretariat Ikatan Alumni, pada hari Kamis, 30 April 2026.

Penyerahan surat tugas dilakukan langsung oleh Ketua Harian Dewan Pengurus Pusat (DPP) Ikatan Alumni Kota Studi Hollandia Jayapura, Drs. Origenes Nauw. Dalam kesempatan tersebut, ditetapkan Thomas Jitmau, S.Kom sebagai Koordinator Daerah untuk wilayah Kota Sorong, sedangkan untuk wilayah Kabupaten Sorong diamanahkan kepada Welem Malak, SE.
Proses penyerahan ini berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan penuh harapan, serta disaksikan secara langsung oleh jajaran pimpinan pusat organisasi, antara lain Sekretaris Umum Fahmi Macap, SE, Wakil Ketua II Yanto Ijie, ST, dan Ketua Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Kepegawaian (OKK) Yan Pieter Bosawer, SH. Kehadiran pimpinan pusat ini menegaskan bahwa langkah yang diambil merupakan bagian dari rencana induk penguatan organisasi secara menyeluruh.
Tugas Pokok: Konsolidasi, Penataan, dan Pemantapan Organisasi
Dalam arahannya, Ketua Harian DPP, Drs. Origenes Nauw, secara tegas menyampaikan tugas-tugas utama yang harus segera dijalankan oleh para Koordinator Daerah yang baru saja dilantik. Ada tiga poin utama yang menjadi prioritas kerja:
Pertama, melaksanakan pendataan menyeluruh terhadap seluruh alumni yang berada di wilayah kerjanya. Pendataan ini menjadi fondasi utama untuk mengetahui jumlah, potensi, keahlian, dan sebaran anggota, sehingga organisasi dapat bergerak dengan data yang akurat dan terukur.
Kedua, membentuk Panitia Konferensi Daerah (Konferda). Panitia ini bertugas merencanakan, mempersiapkan, dan mengkoordinasikan seluruh rangkaian kegiatan menuju pelaksanaan pertemuan tertinggi di tingkat daerah tersebut.
Ketiga, melaksanakan Konferda sesuai dengan jadwal dan mekanisme yang telah ditetapkan organisasi. Konferda ini menjadi ajang demokrasi organisasi untuk menyamakan visi, menyusun program kerja, serta memilih kepengurusan yang akan memimpin organisasi di tingkat kabupaten/kota.
Syarat Penting dan Pedoman Pelaksanaan
Sebagai catatan penting yang juga disampaikan berdasarkan arahan Ketua Umum Ikatan Alumni, Elisa Kambu, S.Sos, pelaksanaan Konferda di setiap kabupaten/kota memiliki ketentuan yang jelas. Pertemuan tersebut baru dapat diselenggarakan apabila proses pendataan alumni telah selesai dan berhasil menghimpun jumlah anggota minimal sebanyak 50 orang.
Ketentuan ini dimaksudkan agar setiap kepengurusan yang terbentuk nantinya benar-benar mewakili aspirasi mayoritas anggota, memiliki dasar keanggotaan yang kuat, serta mampu bekerja secara efektif dan representatif. Tidak ada ruang bagi pembentukan struktur organisasi yang lemah atau hanya bersifat simbolis semata.
Langkah Awal Menuju Peran Strategis
Penyerahan surat tugas ini bukan sekadar seremonial belaka. Drs. Origenes Nauw menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya konsolidasi internal organisasi secara menyeluruh. Tujuan akhirnya adalah terbentuknya Dewan Pengurus Daerah (DPD) di setiap kabupaten/kota yang ada di wilayah Provinsi Papua Barat Daya.
“Kita membangun struktur ini bukan untuk kepentingan kelompok semata, tetapi agar ikatan persaudaraan yang telah terjalin sejak masa studi dapat kita bawa dan manfaatkan untuk kebaikan bersama. Struktur yang kuat akan melahirkan kerja yang terarah, dan kerja yang terarah akan melahirkan hasil yang nyata,” ujar Drs. Origenes Nauw dalam sambutannya.
Ia menambahkan, para alumni yang tersebar di berbagai bidang profesi—baik sebagai birokrat, tenaga pendidik, pengusaha, tenaga ahli, maupun pemuka masyarakat—memiliki potensi luar biasa. Ketika potensi ini disatukan dalam satu wadah organisasi yang terstruktur, maka kontribusi yang diberikan akan jauh lebih besar dampaknya.
Harapan Besar: Berkontribusi Nyata untuk Daerah dan Masyarakat
Salah satu poin yang paling ditekankan dalam kegiatan ini adalah harapan besar agar setelah struktur kepengurusan daerah terbentuk, Ikatan Alumni Kota Studi Hollandia Jayapura dapat hadir sebagai mitra strategis bagi pemerintah daerah dan pemberi manfaat langsung bagi masyarakat luas.
Wakil Ketua II DPP, Yanto Ijie, ST, dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa eksistensi organisasi harus diukur dari seberapa besar manfaat yang diberikan kepada lingkungan sekitar. “Alumni bukan sekadar sebutan masa lalu, tetapi modal sosial yang sangat berharga. Ilmu, pengalaman, dan jaringan yang kita miliki harus kita curahkan untuk membangun daerah ini. Mulai dari memberikan masukan kebijakan yang konstruktif, berpartisipasi dalam program-program pembangunan, hingga turun langsung membantu menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat,” ungkapnya.
Dengan terbentuknya kepengurusan di tingkat daerah, diharapkan Ikatan Alumni Kota Studi Hollandia Jayapura tidak hanya menjadi wadah silaturahmi semata, tetapi juga menjadi kekuatan perubahan yang positif. Sebuah kekuatan yang senantiasa mendorong kemajuan pembangunan, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan rakyat, serta menjaga keharmonisan dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat Papua Barat Daya.
Kini, tongkat estafet kepemimpinan telah berada di tangan para Koordinator Daerah. Masyarakat luas pun menanti langkah nyata dan kerja keras mereka dalam mewujudkan cita-cita mulia organisasi: bersatu membangun, berbakti untuk kemajuan, dan sejahtera bersama seluruh rakyat di tanah ini.
Tidak ada komentar