Iklan
xAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpgAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpg

Ipda Onny Adi Anugrah SE, MH: Wajah Humanis Polisi Asal Pacitan yang Dekat dengan Masyarakat

waktu baca 3 menit
Jumat, 13 Feb 2026 19:42 19 Catra


Ads Catra_inline artikel.jpgAds Catra_inline artikel.jpg

Di kawasan pantai selatan Jawa Timur yang tenang, sosok polisi berbadan tegap dan tersenyum ramah kerap terlihat menyapa warga tanpa ada sekat. Dialah Ipda Onny Adi Anugrah SE, MH, Wakil Kepala Kepolisian Sektor Pacitan (Waka Polsek), sosok perwira yang memaknai tugas kepolisian tidak hanya sekedar penegakan hukum, namun juga pengabdian sosial yang menyentuh kehidupan masyarakat sehari-hari.

Bagi banyak warga, kehadiran polisi kerap diidentikkan dengan situasi darurat atau penegakan hukum. Namun, Onny menghadirkan nuansa berbeda. Tubuhnya yang kokoh memancarkan kesan berwibawa, tapi senyum tipisnya segera mencairkan jarak. Ia memilih hadir di tengah masyarakat – bukan menunggu laporan datang ke kantor.

Pendekatan ini bukanlah sebuah strategi pencitraan, melainkan sebuah keyakinan bahwa rasa aman lahir dari kedekatan. Ia memahami bahwa rasa aman masyarakat tidak hanya dibangun melalui patroli dan prosedur, namun melalui komunikasi, kepercayaan dan keteladanan.

Ads Catra_inline artikel.jpgAds Catra_inline artikel.jpg

Salah satu perhatian utama Onny adalah generasi muda. Ia rutin turun langsung ke komunitas lokal, sekolah, dan forum pemuda untuk memberikan edukasi mengenai:

-Bahaya penyalahgunaan narkoba

-Ancaman tawuran pelajar

-Pentingnya disiplin hukum sejak dini

-Peran keluarga dalam membentuk karakter anak

Bagi Onny, pencegahan jauh lebih berharga dibandingkan tindakan. Ia meyakini satu anak yang terselamatkan dari narkoba berarti masa depan yang terjaga.

Cara penyampaiannya sederhana—tanpa bahasa hukum yang rumit. Cara penyampaiannya yang lugas, mudah dipahami, dan dekat dengan realita keseharian remaja. Pendekatan ini membuat pesan lebih mudah diingat.

Meski menduduki jabatan struktural sebagai wakil kepala sektor, Onny tidak membangun jarak birokrasi. Ia sebenarnya dikenal mudah dihubungi, bahkan melalui pesan WhatsApp (WA).

Keterbukaan ini mencerminkan gaya kepemimpinan pelayanan—yang posisinya bukanlah tembok pemisah, melainkan jembatan antara lembaga negara dan warga negara.

Di tengah tantangan kepercayaan masyarakat terhadap polisi, sikap responsif seperti ini memberikan energi positif yang mempererat hubungan sosial antara polisi dan masyarakat.

Seragam polisi seringkali dianggap sebagai simbol kekuasaan. Namun, bagi Onny, seragam sebenarnya sudah menjadi sarana pengabdian. Ia menunjukkan bahwa ketegasan hukum bisa berjalan seiring dengan empati kemanusiaan.

Senyuman yang ia tebarkan bukan sekadar keramahan pribadi, melainkan pesan bahwa keamanan tidak harus terasa menakutkan. Polisi bisa hadir sebagai teman, pendengar, dan pelindung.

Pacitan mungkin jauh dari hiruk pikuk kota besar, namun tantangan sosial tetap nyata—pergaulan bebas, narkoba, konflik remaja, dan perubahan budaya. Di ruang inilah peran polisi humanis menjadi sangat penting.

Melalui langkah-langkah kecil yang konsisten—menyapa warga, memberikan edukasi, membuka komunikasi—Onny memupuk harapan: bahwa rasa aman lahir dari kebersamaan, bukan rasa takut.

Dia bukan sekadar aparat penegak hukum.
Dia adalah saluran kepercayaan.
Ia adalah wajah humanis kepolisian di wilayah selatan Jawa.

Dan selama senyuman itu tetap ada di masyarakat, rasa aman akan selalu menemukan jalannya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google Berita



Source link

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *






Featured

LAINNYA
xAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpgAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpg