Iklan
xAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpgAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpg

Ketua DPRD Lamongan Mukhammad Freddy Wahyudi: Jaga Nafas Rakyat Kecil

waktu baca 3 menit
Sabtu, 7 Feb 2026 11:17 16 Catra

Di ruang kerjanya yang tak pernah sepi, Mukhammad Freddy Wahyudi menyambut siapa pun yang datang. Petani bertopi lusuh, guru honorer dengan map berisi harapan, dan anak muda yang sekedar ingin menyampaikan idenya. Baginya, politik bukan sekadar ruang kekuasaan, melainkan jalur pelayanan yang harus selalu dekat dengan denyut kehidupan masyarakat.

Ads Catra_inline artikel.jpgAds Catra_inline artikel.jpg

Sebagai Ketua DPRD Lamongan, Mukhammad Freddy dikenal dengan gaya bicaranya yang runtut, tenang, dan mudah dipahami. Ia tidak meledak-ledak, namun setiap kalimatnya terasa terukur. Cara berbicara seperti ini tidak lahir secara tiba-tiba. Ia ditempa sejak kecil, saat menjadi aktivis Gerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), sebuah organisasi yang membentuk daya nalar kritis dan kepekaan sosialnya.

Mukhammad Freddy lahir dari keluarga Nahdlatul Ulama (NU). Lingkungan keagamaan yang akrab dengan tradisi keilmuan pesantren, tahlil, dan gotong royong menjadi landasan nilai-nilainya. Sejak kecil, ia telah menyerap pesan sederhana namun kuat: untuk menjadi manusia, Anda harus memberi manfaat bagi orang lain.

Nilai tersebut kemudian membuatnya aktif dalam organisasi kemahasiswaan. Di PMII, Mukhammad Freddy belajar tentang kepemimpinan, advokasi, dan pentingnya berpihak pada kelompok lemah. Aktivisme kampus bukan sekedar ruang berdiskusi, namun juga wadah untuk menumbuhkan keberanian bersuara.

Ads Catra_inline artikel.jpgAds Catra_inline artikel.jpg

Pengalaman berorganisasi tersebut menjadi bekal penting saat ia memutuskan terjun ke dunia politik praktis melalui Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), partai yang secara ideologi dekat dengan tradisi NU.

Bagi Mukhammad Freddy, politik tidak bisa dipisahkan dari rakyat. Ia memaknai jabatannya bukan sebagai atasan, melainkan amanah. Karena itu, rutinitas mengunjungi konstituen sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kesehariannya.

Ia kerap hadir di tengah masyarakat tanpa protokol yang berlebihan—menghadiri pengajian desa, berdialog dengan kelompok tani, bahkan mendengarkan keluh kesah pedagang kecil. Dari pertemuan sederhana tersebut ia mengembangkan pemahaman nyata akan kebutuhan warga Lamongan.

Pendekatan langsung ini membuatnya dikenal sebagai sosok yang mudah dijangkau. Tidak ada jarak yang kaku antara pimpinan lembaga legislatif dan masyarakat yang diwakilinya.

Menjadi Ketua DPRD bukan sekadar jabatan administratif. Mukhammad Freddy memandang lembaga legislatif sebagai ruang memperjuangkan kebijakan yang mendukung kesejahteraan masyarakat.

Ia mendorong fungsi pengawasan berjalan efektif, memastikan anggaran daerah benar-benar memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari infrastruktur desa, pendidikan, hingga layanan kesehatan.

Di forum resmi, gaya komunikasinya yang runtut membuat diskusi berjalan lebih jelas. Ia berupaya menjaga keseimbangan antara dinamika politik dan kepentingan masyarakat luas.

Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, Mukhammad Freddy tetap berpegang teguh pada nilai-nilai dasar yang diwarisinya: kesederhanaan, kedekatan dengan masyarakat, dan komitmen dalam pengabdian.

Baginya, kesuksesan seorang politikus tidak diukur dari jabatan yang diraihnya, namun dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat.

Lamongan terus bergerak hingga saat ini. Tantangan pembangunan, kebutuhan generasi muda, dan dinamika perekonomian lokal menuntut kepemimpinan yang adaptif dan berakar pada nilai-nilai. Di persimpangan itulah berdiri Mukhammad Freddy Wahyudi—sebagai putra NU, aktivis PMII, politikus PKB, dan abdi masyarakat.

Tentu saja jalan yang harus ditempuh masih panjang. Namun, ia menegaskan satu hal: politik harus selalu berwajah kemanusiaan. (Yunus Hanis Syam)

Simak berita dan artikel lainnya di Google Berita



Source link

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *






Featured

LAINNYA
xAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpgAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpg