Program Studi Magister Ilmu Pemerintahan (MIP) Universitas Islam 45 Bekasi (UNISMA Bekasi) yang kini bertransformasi menjadi Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM Indonesia) menjalani Visitasi Asesmen Lapangan (AL) dalam rangka reakreditasi program studi. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Pascasarjana kampus setempat pada tanggal 27–29 April 2026.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari proses penilaian yang dilakukan Lembaga Akreditasi Independen Administrasi dan Komunikasi Sosial Politik (LAMSPAK) untuk memastikan kesesuaian antara data yang dilaporkan dalam instrumen akreditasi dengan kondisi nyata di lapangan.
Tim asesor yang ditugaskan terdiri dari Yulianto dan Fauzi. Keduanya melakukan serangkaian evaluasi komprehensif terhadap sebelas kriteria utama, mulai dari visi dan misi, tata kelola, kemahasiswaan, hingga pencapaian tridharma perguruan tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta sistem penjaminan mutu internal.
Mewakili pimpinan universitas, Wakil Rektor I Muhammad Da’i menegaskan bahwa kunjungan ini bukan sekedar agenda administratif, melainkan wujud komitmen institusi dalam menjaga mutu pendidikan tinggi.
“Akreditasi ini menjadi momen penting bagi Prodi Magister Ilmu Pemerintahan untuk menunjukkan bahwa kurikulum dan proses pembelajaran yang kami laksanakan relevan dengan dinamika pemerintahan modern,” ujarnya dalam pidato resminya.
Dalam penilaian tersebut, tim asesor melakukan berbagai agenda penting, antara lain wawancara terhadap pemangku kepentingan yang melibatkan pimpinan universitas, dosen, mahasiswa, alumni, dan pengguna lulusan. Selain itu juga dilakukan peninjauan fasilitas seperti ruang kelas, perpustakaan dan laboratorium MIP, serta validasi dokumen akademik dan laporan pendukung lainnya.
Melalui proses ini, Program Studi MIP diharapkan mampu meningkatkan daya saingnya dan menjadi rujukan utama bagi aparatur sipil negara (ASN), praktisi pemerintahan, dan akademisi yang ingin memperdalam kajian kebijakan publik dan manajemen pemerintahan.
Sebagai lembaga pascasarjana, program ini menekankan pada pengembangan ilmu pemerintahan yang berbasis pada nilai-nilai Islam dan kearifan lokal. Orientasi ini diharapkan akan menghasilkan pemimpin-pemimpin masa depan yang tidak hanya berkompeten, namun juga berintegritas dan visioner dalam menjawab tantangan tata kelola pemerintahan di Indonesia. (Ainur Rofieq, MIP)
Tidak ada komentar