Iklan
xAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpgAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpg

Sampaikan Belasungkawa atas Meninggalnya Ali Khamenei, PPJNA 98: Prabowo Komit pada Kemanusiaan dan Perdamaian

waktu baca 4 menit
Kamis, 5 Mar 2026 13:32 13 Catra

Pernyataan belasungkawa Presiden Indonesia atas meninggalnya pemimpin tertinggi Iran mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Ketua Umum PPJNA 98 Anto Kusumayuda menilai langkah tersebut mencerminkan komitmen kuat Indonesia terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan perdamaian dunia.

Ads Catra_inline artikel.jpgAds Catra_inline artikel.jpg

Menurut Anto, sikap Presiden Prabowo Subianto menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Ali Khamenei bukan sekedar isyarat diplomasi biasa, melainkan pesan moral yang menunjukkan posisi Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi kemanusiaan di tengah konflik global yang memanas.

“Ucapan belasungkawa yang disampaikan Presiden Prabowo merupakan wujud empati kemanusiaan sekaligus komitmen Indonesia terhadap perdamaian dunia. Dalam situasi konflik seperti sekarang, sikap seperti ini sangat penting untuk menunjukkan bahwa Indonesia tetap berada di jalur kemanusiaan,” kata Anto Kusumayuda dalam keterangannya kepada media, Kamis (5/3/2026).

Kematian Ali Khamenei terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan negara-negara besar dunia. Situasi geopolitik yang memanas antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel telah memicu kekhawatiran luas mengenai potensi konflik yang lebih besar.

Ads Catra_inline artikel.jpgAds Catra_inline artikel.jpg

Sebagai pemimpin tertinggi Iran sejak tahun 1989, Khamenei adalah tokoh sentral dalam politik dan ideologi Republik Islam Iran. Ia berperan penting dalam menentukan arah kebijakan strategis negara, baik dalam politik dalam negeri maupun hubungan internasional.

Kepergiannya dalam situasi konflik bersenjata membuat dunia internasional memberikan perhatian serius terhadap dampak geopolitik yang mungkin terjadi. Banyak pihak yang khawatir kejadian ini dapat memperburuk ketegangan di kawasan Timur Tengah yang telah lama menjadi salah satu hot spot geopolitik dunia.

Anto Kusumayuda menilai, langkah Presiden Prabowo Subianto menyampaikan belasungkawa kepada pemerintah Iran merupakan bagian dari tradisi diplomasi Indonesia yang menempatkan nilai-nilai kemanusiaan di atas kepentingan politik belaka.

Ia mengingatkan, sejak awal kemerdekaan, Indonesia telah memposisikan diri sebagai negara yang aktif mendorong perdamaian dunia melalui prinsip politik luar negeri bebas aktif.

Menurut Anto, di dunia yang semakin terpolarisasi oleh konflik geopolitik, empati dan rasa hormat terhadap korban konflik sangatlah penting.

“Indonesia tidak boleh kehilangan jati diri sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Apa yang dilakukan Presiden Prabowo menunjukkan bahwa Indonesia tetap konsisten dengan prinsip tersebut,” kata Anto.

Anto juga menilai posisi Indonesia dalam situasi konflik global saat ini sangat strategis. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia dan negara demokrasi yang besar, Indonesia berpotensi berperan sebagai jembatan dialog berbagai pihak.

Ia menegaskan, pendekatan diplomasi damai yang selama ini diterapkan Indonesia perlu terus diperkuat, terutama ketika dunia menghadapi potensi konflik yang lebih luas.

Menurutnya, kematian seorang pemimpin dunia dalam konflik bersenjata harus menjadi pengingat bagi masyarakat internasional tentang pentingnya menghentikan eskalasi kekerasan.

“Peristiwa ini harus menjadi momentum bagi dunia untuk kembali ke jalur dialog dan diplomasi. Tidak ada perang yang benar-benar dapat membawa kemenangan bagi umat manusia,” ujarnya.

Sebagai pemimpin tertinggi Iran selama lebih dari tiga dekade, Ali Khamenei meninggalkan warisan politik yang sangat besar bagi negaranya.

Ia memimpin Iran melewati berbagai fase penting, mulai dari masa konsolidasi pasca-revolusi hingga menghadapi tekanan internasional terkait program nuklir Iran dan berbagai konflik regional.

Kepemimpinannya kerap dipandang sebagai simbol perlawanan Iran terhadap dominasi kekuatan Barat di kawasan Timur Tengah. Di sisi lain, kebijakannya juga kerap menjadi sumber ketegangan dengan sejumlah negara.

Terlepas dari kontroversi ini, kematian Khamenei menandai berakhirnya era penting dalam sejarah politik Iran.

Di akhir pernyataannya, Anto Kusumayuda mengajak semua pihak untuk menahan diri dan menghindari langkah-langkah yang dapat memperburuk situasi global.

Ia menegaskan, konflik bersenjata tidak hanya berdampak langsung pada negara-negara yang terlibat, namun juga berpotensi mengguncang stabilitas dunia, termasuk perekonomian global.

“Dunia sudah terlalu banyak menyaksikan tragedi akibat perang. Sudah saatnya semua pihak menempatkan kemanusiaan sebagai prioritas utama,” kata Anto.

Ia berharap sikap yang ditunjukkan Presiden Prabowo Subianto dapat menjadi contoh bagi para pemimpin dunia untuk mengedepankan dialog, diplomasi, dan upaya perdamaian dalam menyelesaikan konflik internasional.

Simak berita dan artikel lainnya di Google Berita



Source link

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *






Featured

LAINNYA
xAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpgAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpg