Tetesan air hujan yang turun perlahan pada Minggu pagi, Al-Hikam 13 Sya’ban 1447 H atau 1 Februari 2026, seolah menjadi tanda berkah. Di tengah sejuknya angin, Masjid Miladiyyah Pondok Pesantren Miladiyyah, Kedunglo, Kediri, dipenuhi suasana khidmat saat penutupan sementara Minggu Pagi Al-Hikam sekaligus menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan.
Acara diawali dengan pembacaan susunan rangkaian kegiatan oleh Ustadz Syuhkron selaku penyelenggara acara. Mulai dari pembukaan hingga penutupan, seluruh rangkaian berjalan tertib dan penuh kekhidmatan. Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menyampaikan sejumlah agenda penting kegiatan pusat dan daerah yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.
Beberapa kegiatan yang dicanangkan antara lain Mujahadah Nisfussanah Provinsi Jawa Barat yang akan dilaksanakan di Jalan Pelabuhan Ratu, Desa Citarik, Sukabumi, pada Minggu pagi, 8 Februari 2026. Selain itu, Mujahadah Rubu’ussanah Kabupaten Probolinggo akan dilaksanakan pada Sabtu malam, Minggu, 4 Februari 2026, bersamaan dengan Mujahadah Rubu’ussanah Kabupaten Tuban. Tak kalah penting, kegiatan Asrama Ramadhan bagi peserta umum, remaja dan anak-anak rencananya akan dimulai 18 Februari 2026, dan akan dihadiri oleh praktisi Minggu Pagi Al-Hikam yang hadir baik secara langsung maupun melalui live streaming di wilayahnya masing-masing.
Dalam sambutannya Wakil Praktisi Ustadzah Luluk Aminah menghimbau kepada seluruh peserta untuk selalu mengamalkan dawuh-dawuh Hadlrotul Mukarrom Romo KH Abdul Hamid Madjid, baik dalam perjuangan maupun dalam pelaksanaan mujahadah. Ia menekankan pentingnya konsistensi amalan sebagai wujud keikhlasan spiritual.
Sementara itu, Wakil Pengurus Pusat Ustadz Roziqin menekankan pentingnya sinergi dan komunikasi di seluruh lini praktik. Mulai dari para imam jamaah, tingkat desa, hingga tingkat pusat, ia mengingatkan satu sama lain untuk selalu saling informasi mengenai kegiatan perjuangan dan mujahadah, baik skala daerah maupun pusat.
Puncak acara ditandai dengan Fatwa Amanah dan doa restu dari Hadlrotul Mukarrom Pastor KH Abdul Hamid Madjid Sohibul Miladiyyah. Dalam fatwanya, beliau menyampaikan nasehat khusus menyambut Bulan Suci Ramadhan dan malam Nishfu Sya’ban, yakni membaca Surat Yasin sebanyak tiga kali dan melaksanakan mujahadah dengan angka aurod 717 sebanyak tiga kali hataman sebagai wujud rasa syukur atas terbukanya pintu rahmat Allah SWT.
Beliau juga berpesan agar di bulan Ramadhan mendatang, seluruh praktisi hendaknya memperbanyak amalan dalam mengerjakan hal-hal seperti tadarus Al-Qur’an, shalat tarawih, dan mujahadah. Dengan terus mengasah kesadaran spiritual, diharapkan kebaikan tersebut tidak hanya berdampak pada diri sendiri dan keluarga saja, namun juga memberikan pengaruh yang lebih luas kepada umat, sehingga semakin banyak masyarakat yang “fafirru ilallah”, kembali mengabdikan diri kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW.
Acara ditutup dengan penuh haru dan rasa hormat. Para peserta diberikan kesempatan untuk berunding, memberi salam dan bersalaman langsung dengan Hadlrotus Syech Al-Mukarrom Pastor KH Abdul Hamid Madjid penerus perjuangan Muallif Sholawat Wahidiyah, Mbah Yai Abdul Madjid Ma’roef QS wa RA. Wartawan: Hadi Hoy
Tidak ada komentar