Iklan
xAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpgAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpg

PPJNA 98 Mendukung Seruan Dasco Agar Masyarakat Sipil Memperkuat Persatuan Bangsa

waktu baca 3 menit
Jumat, 6 Mar 2026 15:06 9 Catra

Seruan untuk memperkuat persatuan bangsa kembali bergema di tengah situasi geopolitik dunia yang semakin tidak menentu. Ketua Umum Perhimpunan Gerakan Jaringan Nasional Aktivis 98 (PPJNA 98) Anto Kusumayuda menyatakan dukungan penuh atas seruan Sufmi Dasco Ahmad agar seluruh elemen masyarakat sipil memperkuat persatuan bangsa.

Ads Catra_inline artikel.jpgAds Catra_inline artikel.jpg

Menurut Anto, ajakan tersebut sangat relevan dengan kondisi global saat ini yang semakin memanas akibat eskalasi konflik di Timur Tengah, terutama ketegangan antara Iran, Israel, dan keterlibatan Amerika Serikat dalam dinamika konflik tersebut.

“Dalam situasi dunia yang penuh ketidakpastian seperti sekarang, bangsa Indonesia harus memperkuat persatuan bangsa. Jangan sampai konflik global justru memecah konsolidasi nasional di dalam negeri,” kata Anto dalam keterangan tertulisnya, Jumat (6/3/2026).

Anto menilai konflik di Timur Tengah bukan sekedar konflik regional, namun mempunyai implikasi geopolitik yang luas. Eskalasi militer yang melibatkan Iran dan Israel berpotensi menyeret kekuatan global lainnya dan menciptakan ketegangan internasional yang lebih besar.

Ads Catra_inline artikel.jpgAds Catra_inline artikel.jpg

Situasi ini dinilai berdampak pada berbagai sektor, mulai dari perekonomian global, stabilitas energi, hingga keamanan internasional. Sejumlah pihak bahkan memperingatkan bahwa konflik yang berkepanjangan dapat memperburuk stabilitas dunia dan memicu ketegangan baru di berbagai kawasan.

Dalam konteks ini, Anto menilai Indonesia harus menjaga stabilitas politik dalam negeri agar tidak mudah terpengaruh dinamika global.

“Saat dunia berada dalam ketegangan geopolitik, negara yang kuat adalah negara yang kokoh di dalam. Persatuan nasional adalah benteng utama melawan ketidakpastian global,” ujarnya.

Anto menilai ajakan Dasco kepada masyarakat sipil untuk memperkuat persatuan bangsa merupakan langkah yang tepat dan strategis. Sebagai pimpinan parlemen, Dasco dinilai memiliki posisi penting dalam menjaga komunikasi politik antar kelompok dan menjamin stabilitas nasional tetap terjaga.

Menurutnya, dalam berbagai kesempatan Dasco kerap menekankan pentingnya menjaga keharmonisan politik dan menghindari polarisasi berlebihan di masyarakat.

Bahkan Anto mengatakan, komunikasi politik yang dibangun Dasco selama ini turut berperan dalam menjaga stabilitas politik nasional, apalagi pasca kontestasi politik yang kerap menyisakan polarisasi di masyarakat. Dalam beberapa kesempatan, PPJNA 98 juga menilai Dasco sebagai sosok yang mampu menjembatani berbagai kekuatan politik nasional.

“Bang Dasco selalu menekankan bahwa politik harus menjadi alat persatuan, bukan alat untuk memecah belah. Pesan ini sangat penting, apalagi saat dunia sedang menghadapi ketegangan geopolitik,” kata Anto.

Lebih lanjut, Anto menegaskan, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau elite politik saja, namun juga tanggung jawab seluruh masyarakat sipil.

Ia mengajak organisasi masyarakat, tokoh agama, akademisi, dan generasi muda untuk memperkuat solidaritas nasional dan menjaga narasi persatuan di ruang publik, termasuk di media sosial.

Menurutnya, di era digital saat ini, disinformasi dan propaganda global sangat mudah menyebar dan berpotensi memecah belah masyarakat jika tidak disikapi dengan bijak.

“Media sosial seringkali menjadi ruang pertarungan narasi global. Oleh karena itu, masyarakat harus cerdas dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat merusak persatuan bangsa,” ujarnya.

Anto juga meyakini Indonesia memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas kawasan dan mendorong perdamaian dunia. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar dan tradisi diplomasi yang kuat, Indonesia dinilai dapat menjadi jembatan dialog dalam berbagai konflik internasional.

Sejumlah organisasi keagamaan di Indonesia bahkan menyerukan diakhirinya konflik dan mendorong diplomasi konflik Iran-Israel demi menjaga kemanusiaan global.

“Indonesia harus tetap menjadi kekuatan moral dunia yang mengedepankan perdamaian, sekaligus menjaga stabilitas nasional tetap kokoh,” kata Anto.

Di akhir keterangannya, Anto menegaskan, sejarah Indonesia menunjukkan bahwa persatuan selalu menjadi kunci kekuatan bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan, baik internal maupun eksternal.

Ia berharap seluruh elemen bangsa dapat menempatkan kepentingan nasional di atas kepentingan kelompok atau politik jangka pendek.

“Bangsa ini lahir dari semangat persatuan. Saat dunia sedang bergejolak, justru saat itulah kita harus semakin solid sebagai sebuah bangsa,” tutupnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google Berita



Source link

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *






Featured

LAINNYA
xAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpgAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpg