Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menyelenggarakan Salat Idul Adha secara khusyuk pada tanggal 10 Zulhijjah 1447 Hijriah. Dalam ceramahnya, Rektor UMY Prof Achmad Nurmandi menyampaikan pesan mendalam tentang makna pengorbanan, ketakwaan dan pentingnya kepedulian sosial dalam masyarakat saat ini.
Di hadapan jamaah salat Idul Adha, Prof Achmad Nurmandi menegaskan, acara kurban yang dicontohkan Nabi Ibrahim AS memiliki relevansi yang kuat dengan kondisi kehidupan modern. Menurutnya, nilai utama dalam ibadah kurban bukan sekadar menyembelih hewan, namun membangun keikhlasan dan kepedulian terhadap sesama.
“Makna pengorbanan yang disampaikan Nabi Ibrahim AS dengan mengikuti perintah Allah SWT masih sangat relevan hingga saat ini. Kita diajarkan untuk saling peduli,” ujarnya, Rabu (27/5/2026).
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga diri dan keluarga dari hal-hal yang dapat menjauhkan manusia dari jalan Allah SWT. Dalam khutbahnya beliau mengutip ayat “Quu anfusakum wa Ahlikum naara” yang artinya menjaga diri dan keluarga dari api neraka.
Menurutnya, manusia harus bisa memberikan manfaat kepada orang lain agar tercipta kemaslahatan bersama di dunia dan akhirat.
“Kita wajib menjaga harkat dan martabat kita agar semakin mendekatkan ketaqwaan kepada Allah SWT,” ujarnya.
Prof Achmad Nurmandi juga menyinggung pentingnya mensyukuri berbagai nikmat yang dimiliki, termasuk fasilitas kesehatan dan kehidupan yang lebih baik. Ia menilai momentum Idul Adha harus menjadi sarana introspeksi untuk meningkatkan kualitas hidup serta mempertebal kesabaran dan keikhlasan.
Dijelaskannya, tradisi kurban yang dikenal sejak zaman Nabi Ibrahim ini bukanlah bentuk pengorbanan manusia, melainkan simbol ketundukan dan keikhlasan kepada Allah SWT.
“Berkurban adalah belajar ikhlas dan meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT,” ujarnya.
Mengakhiri khutbahnya, Rektor UMY berharap semoga Idul Adha menjadi momentum untuk berbenah diri dan menata pola hidup yang lebih baik. Ia mengajak umat Islam meneladani kesabaran Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam menjalankan perintah Allah SWT.
“Mudah-mudahan Idul Adha menjadi momentum untuk memperbaiki diri agar mampu mengambil hikmah dan belajar ikhlas dan sabar seperti kisah Nabi Ibrahim ketika diperintahkan menyembelih Nabi Ismail yang akhirnya digantikan oleh seekor kambing,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara Sholat Idul Adha sekaligus Ketua Cabang Tamantirto Muhammadiyah H Aris mengatakan, pada tahun ini jumlah hewan kurban di wilayah UMY mencapai 127 ekor sapi dan 115 ekor kambing.
Menurutnya, sebagian hewan kurban tersebut akan diperuntukkan bagi masyarakat di wilayah Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo.
“Jumlah hewan kurban tahun ini sebanyak 127 ekor sapi dan 115 ekor kambing yang akan diperuntukkan bagi Samigaluh Kulon Progo,” ujarnya. (Iwan Setiawan)
Tidak ada komentar