Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI)Jakarta – Sudah bukan rahasia lagi bahwa Rizieq Syihab merupakan sekutu politik Prabowo Subianto semenjak lama. Mungkin sejak Pemilu 2014 atau bahkan sebelumnya. Tetapi, kini Rizieq sepertinya sudah menjadi seteru Presiden RI itu.
Prabowo pecah kongsi dengan Rizieq Syihab?
Ada dua indikator yang mengarah ke sana. Pertama, saat Prabowo mempersilakan para pengkritiknya kabur ke Yaman, negeri asal Rizieq Syihab.
Kedua, saat Prabowo mengangkat Dudung Abdurachman sebagai Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), setelah sebelumnya mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) itu diangkat Prabowo sebagai Penasihat Khusus Bidang Pertahanan Nasional.
Saat menjabat Pangdam Jaya, Dudung menginstruksikan para prajuritnya melakukan pencabutan puluhan baliho raksasa bergambar Rizieq Syihab, yang saat itu dianggap sebagai Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), yang bertebaran di seantero Jakarta.
Sejak itulah, Rizieq menganggap Dudung sebagai musuh. Rizieq menyebut Dudung sebagai “Jenderal Baliho”. Maka ketika Prabowo mempersilakan para pengkritiknya kabur ke Yaman, menurut Rizieq, hal itu karena Prabowo mendapat bisikan dari Dudung.
Dalam sebuah pernyataannya, Rizieq kelihatan murka dengan penyebutan Yaman oleh Prabowo. Rizieq kemudian minta Prabowo agar minta maaf dan tidak mengulangi menyebut kabur ke Yaman lagi.
Pengangkatan Dudung sebagai Kepala KSP juga membuat Rizieq murka. Rizieq mempertanyakan alasan Prabowo mengangkat sosok yang ia sebut “Jenderal Baliho” itu.
Mungkin Prabowo tidak benar-benar pecah kongsi dengan Rizieq Syihab. Mungkin mantan Komandan Jenderal Kopassus itu hanya ingin sekadar menjaga jarak saja. Maklum, Prabowo kini berkongsi dengan Joko Widodo, sedangkan Presiden ke-7 RI itu dianggap musuh oleh Rizieq. Maklum, saat menjabat Presiden, Jokowi membubarkan dua ormas Islam yang dianggap radikal, yakni FPI dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).
Sekali lagi, mungkin Pranowo hanya ingin menjaga jarak saja dengan Rizieq Syihab. Salah satunya demi menjaga perasaan Jokowi.
Sebab faktanya, pendukung Rizieq, yakni Haikal Hasan, diakomodasi dalam Kabinet Merah Putih sebagai Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal.
Nanti ketika Prabowo membutuhkan, bahkan terdesak akan digulingkan, seperti disuarakan Saiful Mujani, mungkin Prabowo akan “memanggil” Rizieq lagi yang punya banyak pendukung.
Seperti Hercules Rosario Marshal. Ketua Umum GRIB Jaya ini siap pasang badan buat melindungi Prabowo.
Alhasil, Prabowo di panggung belakang tidak benar-benar pecah kongsi dengan Rizieq Syihab, meskipun di panggung depan kelihatannya demikian. Itulah!
Tidak ada komentar