Iklan
xAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpgAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpg

Rupiah Jatuh: Prabowo-Gibran Runtuh? – Suara Nasional

waktu baca 2 menit
Selasa, 19 Mei 2026 09:04 13 Catra

Ingat tahun 1998. Jatuhnya Presiden Soeharto. Jatuhnya Pak Harto bukan hanya dipicu masalah politik. Demonstrasi besar-besaran hingga gedung MPR/DPR dikuasai demonstran.

Ads Catra_inline artikel.jpgAds Catra_inline artikel.jpg

Gejolak ekonomi. Melemahnya nilai tukar rupiah setahun sebelum Pak Harto lengser. Pada awal Januari 1997, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih stabil dan diperdagangkan pada kisaran Rp2.350 hingga Rp2.380 per dolar AS.

Sejak pertengahan tahun 1997 rupiah mulai terdepresiasi. Pelemahannya terus berlanjut hingga ditutup pada kisaran Rp. 4.650 hingga mendekati Rp. 5.915 pada akhir tahun 1997.

Puncaknya terjadi pada tahun 1998. Rupiah sempat menyentuh level terendah Rp 16.650. Presiden Soeharto juga mengundurkan diri. Kondisi ekonomi dan politik memaksa Presiden Soeharto berhenti digantikan oleh Wakil Presiden BJ. Habibie.

Ads Catra_inline artikel.jpgAds Catra_inline artikel.jpg

Presiden BJ. Habibie sukses besar. Berhasil menaikkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dari Rp 16.650 menjadi Rp 6.500. Sayangnya, BJ. Habibie gagal mempertahankan kekuasaannya. Ia dikhianati oleh salah satu faksi di Partai Golkar.

Volatilitas rupiah kembali terjadi. Trennya melemah. Saat Prabowo dilantik, nilai tukar rupiah adalah Rp15.400 terhadap dolar AS. Hingga kemarin nilai tukar rupiah terus melemah. Turun ke level terendah sejak Indonesia merdeka. Rp 17.656 per dolar AS.

Sejak Prabowo-Gibran berkuasa, rupiah melemah terhadap dolar AS sebesar Rp 2.256. Menurut para ekonom, nilai tukar rupiah akan terus terdepresiasi. Bisa mencapai di atas Rp 20.000 per dolar AS.

Tujuannya untuk menenangkan pasar dengan mengatakan warga desa tidak menggunakan dolar. Nyatanya, pasar merespons negatif pernyataan Prabowo tersebut.

Pembisik Prabowo menyebalkan. Penduduk desa berbisik untuk tidak menggunakan dolar yang salah. Rupiah kembali melemah. Mungkinkah ada kebusukan dari dalam sehingga pasar tidak lagi percaya pada Prabowo?

Siapa tahu. Yang pasti, anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS semakin mempersulit masyarakat. Harga meningkat. Politik sedang memanas. Tidak menutup kemungkinan ada yang ‘disengaja’.

Guncangan rupiah skenarionya seperti tahun 1998 dan 2001. Rakyat teriak. Politik panas. Upaya mencontoh jatuhnya Soeharto dan Gus Dur. Soeharto digantikan oleh BJ. Habibie. Gus Dur digantikan oleh Megawati Soekarnoputri. Dan, Prabowo digantikan oleh Gibran.

Mungkin juga ada skenario lain. Tuntutan Prabowo-Gibran pun gugur. Penurunan nilai tukar rupiah memicu krisis ekonomi dan politik. Orang-orang turun ke jalan. Runtuhnya Prabowo-Gibran?

Wallahua’lam bish-shawab

Tarmizi Yusuf, Kolumnis

Bandung, 2 Dzulhijjah 1447/19 Mei 2026

Simak berita dan artikel lainnya di Google Berita



Source link

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *





Featured

LAINNYA
xAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpgAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpg