Iklan
xAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpgAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpg

MBG Dikelola Kantin Sekolah, Warga Lamongan Lebih Menghargai Transparansi dan Dongkrak Perekonomian Desa

waktu baca 2 menit
Rabu, 10 Jun 2026 21:02 3 Catra

Rencana Badan Gizi Nasional (BGN) yang mengalihkan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) langsung ke kantin sekolah mendapat respons positif dari berbagai kalangan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Mulai dari orang tua siswa, pengelola yayasan pendidikan hingga masyarakat desa menyambut baik kebijakan tersebut karena dinilai lebih transparan, efektif dan mampu menggairahkan perekonomian masyarakat setempat.

Ads Catra_inline artikel.jpgAds Catra_inline artikel.jpg

Dukungan tersebut salah satunya datang dari Deden, orang tua siswa asal Desa Banjarmendalan, Kabupaten Lamongan. Menurutnya, pengelolaan MBG oleh kantin sekolah akan memberikan rasa aman bagi orang tua karena kualitas makanan bisa dipantau secara langsung.

“Saya akan senang jika MBG beralih ke kantin sekolah. Kualitas makanan anak akan lebih terjamin. Orang tua juga akan lebih mudah memantau kebersihan kantin, berbeda dengan sistem dapur umum (SPPG) sebelumnya yang proses memasaknya cenderung tertutup,” kata Deden.

Dukungan serupa juga disampaikan Ahmad Hasan Fadlli, pengurus Yayasan Islamiyah di Desa Nguwok, Distrik Modo. Yayasan ini mencakup berbagai jenjang pendidikan mulai dari RA, MI, MTs hingga SMA.

Ads Catra_inline artikel.jpgAds Catra_inline artikel.jpg

Menurut Ahmad Hasan, pengelolaan MBG melalui kantin sekolah akan menjadikan program lebih tepat sasaran karena menu makanan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan selera siswa.

“Kami mendukung penuh jika pengelolaan MBG di Lamongan dialihkan ke kantin sekolah, karena menu makanan bisa disesuaikan dengan keinginan siswa. Hal ini sangat penting untuk meminimalisir makanan sisa atau terbuang,” ujarnya.

Selain memberikan manfaat dalam pemenuhan gizi siswa, kebijakan ini juga dinilai berpotensi menimbulkan dampak ekonomi yang signifikan di tingkat desa. Dengan skema baru ini, kantin sekolah diharapkan dapat membeli bahan baku dari petani, pedagang, dan UMKM yang berada di sekitar lingkungan sekolah.

Keterlibatan masyarakat lokal dalam rantai pasok program MBG diyakini akan membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru, terutama bagi orang tua dan warga desa yang membutuhkan penghasilan tambahan.

Binta Fadlil meyakini jika kebijakan ini diterapkan secara luas dan serentak maka akan berdampak sangat besar terhadap siklus perekonomian masyarakat.

“Jika program ini dilaksanakan secara serentak, maka perputaran uang miliaran rupiah setiap harinya dipastikan akan merata dan membangkitkan perekonomian desa di seluruh Kabupaten Lamongan,” ujarnya.

Masyarakat berharap skema pengelolaan MBG melalui kantin sekolah tidak hanya meningkatkan kualitas layanan makanan bergizi bagi siswa, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi lokal yang dapat memberikan manfaat langsung kepada warga sekitar sekolah. Wartawan: Hadi Hoy.

Simak berita dan artikel lainnya di Google Berita



Source link

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *





Featured

LAINNYA
xAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpgAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpg