Iklan
xAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpgAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpg

Bagikan Sekitar 1000 Sapi Kurban, PPJNA 98: Presiden Prabowo Berikan Gizi Kepada Masyarakat

waktu baca 3 menit
Jumat, 29 Mei 2026 06:13 3 Catra

Ketua Umum PPJNA 98 Anto Kusumayuda menilai, langkah Presiden Prabowo Subianto yang membagikan sekitar 1.000 ekor sapi kurban ke berbagai daerah bukan sekedar simbol ibadah Idul Adha, tapi juga wujud nyata pemberian nutrisi kepada masyarakat.

Ads Catra_inline artikel.jpgAds Catra_inline artikel.jpg

Menurut Anto, kebijakan pembagian hewan kurban dalam jumlah besar mempunyai dampak sosial yang luas, terutama bagi masyarakat kecil yang selama ini jarang menikmati konsumsi protein hewani dalam jumlah cukup.

“Ini bukan sekedar upacara kurban. Presiden Prabowo menghadirkan nutrisi kepada masyarakat melalui momentum keagamaan. Ada nilai ibadah, ada nilai sosial, dan ada nilai kesehatan masyarakat,” kata Anto Kusumayuda dalam keterangannya, Jumat (29/5/2026).

Pernyataan ini disampaikan menyusul program Presiden Prabowo yang akan mendistribusikan sapi kurban ke berbagai provinsi, kabupaten, kota, pesantren, dan lembaga keagamaan di seluruh Indonesia. Berdasarkan berbagai pemberitaan, jumlah sapi kurban yang disalurkan mencapai sekitar 1.098 ekor dengan nilai anggaran mendekati Rp 100 miliar.

Ads Catra_inline artikel.jpgAds Catra_inline artikel.jpg

Anto menilai pendekatan yang dilakukan Presiden Prabowo memiliki dimensi berbeda dibandingkan bansos biasa. Dalam tradisi Idul Adha, pembagian daging kurban langsung menyasar masyarakat kelas bawah, khususnya masyarakat miskin, pekerja informal, dan warga di pedesaan.

“Saat masyarakat menerima daging kurban, mereka tidak sekedar menerima bantuan pangan. Mereka mendapat asupan protein yang penting bagi kesehatan keluarga. Hal ini relevan dengan visi besar Prabowo tentang penguatan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.

Ia menambahkan, program tersebut juga memberikan dampak ekonomi yang cukup besar karena banyak sapi yang dibeli langsung dari peternak lokal di daerah tersebut. Dengan begitu, perputaran perekonomian tidak hanya terjadi di tingkat pusat, namun juga dirasakan oleh petani kecil.

Di sejumlah daerah, sapi bantuan Presiden mempunyai bobot yang fantastis, bahkan mencapai lebih dari satu ton. Salah satunya adalah sapi jenis Simmental seberat 1,15 ton yang didistribusikan ke Kabupaten Gresik dan dibeli dari peternak setempat Wringinanom.

Bagi PPJNA 98, langkah ini menunjukkan pola kepemimpinan yang mencoba mengaitkan aspek keagamaan dengan program kesejahteraan masyarakat.

“Prabowo memahami pangan dan gizi merupakan tumpuan kekuatan bangsa. Momentum Idul Adha dimanfaatkan untuk memperkuat solidaritas sosial sekaligus membantu kebutuhan protein masyarakat,” kata Anto.

Ia mengatakan, pembagian sapi kurban dalam jumlah besar juga memberikan dampak psikologis positif bagi masyarakat. Di saat kondisi perekonomian sebagian warga masih menghadapi tekanan, bantuan daging kurban dinilai mampu menciptakan rasa kebersamaan antara negara dan masyarakat.

Selain itu, PPJNA 98 memandang program ini sebagai bagian dari upaya penguatan ketahanan pangan nasional berbasis peternakan dalam negeri. Dengan membeli sapi dari peternak lokal, negara dinilai membantu menstimulasi sektor peternakan rakyat yang selama ini sering menghadapi kendala harga dan distribusi.

Di berbagai daerah, kedatangan sapi bantuan Presiden juga menarik perhatian masyarakat karena ukuran dan kualitas hewan kurban dinilai sangat baik. Sejumlah pemberitaan menyebutkan, sapi bantuan Presiden harus memenuhi persyaratan ketat, mulai dari kesehatan hewan, umur, hingga bobot minimal tertentu.

Anto mengatakan kebijakan ini menunjukkan bahwa program sosial pemerintah tidak selalu harus berbentuk bantuan tunai. Menurutnya, pendekatan berbasis budaya dan agama justru lebih mudah diterima oleh masyarakat Indonesia yang memiliki tradisi gotong royong yang kuat.

“Ini pendekatan khas Indonesia. Ada nilai-nilai spiritual, ada kepedulian sosial, dan ada penguatan perekonomian masyarakat secara bersamaan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia berharap program serupa dapat terus berlanjut dan diperluas di tahun-tahun mendatang dengan melibatkan lebih banyak peternak lokal dari berbagai daerah.

“Kalau peternak lokal terus diberdayakan maka dampak ekonominya akan berantai. Masyarakat mendapat daging kurban, peternak mendapat penghasilan, dan perekonomian daerah bergerak,” ujarnya.

Sebelumnya, berbagai pemberitaan menyebutkan Presiden Prabowo membagikan sekitar 1.098 ekor sapi kurban ke seluruh Indonesia dalam rangka Idul Adha 1447 Hijriah. Penyalurannya meliputi pemerintah daerah, lembaga sosial, pesantren, dan masjid di berbagai daerah.

Simak berita dan artikel lainnya di Google Berita



Source link

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *





Featured

LAINNYA
xAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpgAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpg