Tidak ada jalan lain yang tepat dan pantas bagi bangsa Indonesia, kecuali seruan agar bangsa Indonesia bersatu dan bangkit bersama melawan oligarki melalui Gerakan Ekonomi Rakyat.
Demikian disampaikan Dr Marwah Daud Ibrahim, Mantan Asisten Peneliti UNESCO dan Bank Dunia, saat menjadi pembicara pada Seminar Nasional bertema “Memperkuat Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik” yang diselenggarakan Korps Alumni Ikatan Mahasiswa Islam (KAHMI) Universitas Nasional Rayom, Jakarta di Aula Sakinah, Masjid Sunda Kelapa, Jakarta, Senin (1/6/2026).
Seminar ini diselenggarakan bersamaan dengan Konferensi KAHMI Universitas Nasional, Jakarta yang menghadirkan pembicara Prof. TB Massa Djafar, Dr. MS Kaban, Dr. Marwah Daud Ibrahim dan Lynda K. Wardhani, Ph.D dan dimoderatori oleh Drs Budi Santoso.
Menurut Marwah Daud Ibrahim, warga negara Indonesia tidak boleh lengah dan membiarkan belenggu oligarki dalam kehidupan bermasyarakat.
Kritik boleh saja, tapi langkah nyata untuk melepaskan diri dari belenggu oligarki adalah yang terpenting. Saatnya menjatuhkan oligarki dengan kerja nyata,” kata Marwah Daud yang juga mantan aktivis KOHATI (Korps Alumni HMI-Wati).
Karena itu Marwah menawarkan program yang dijalaninya yakni Gerakan Wakaf Tanah atau alat produksi untuk menghidupkan kembali pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, pupuk dan pakan.
“Melalui program ini Insya Allah masyarakat Indonesia khususnya di lapisan bawah dan menengah dapat melakukan perlawanan konkrit terhadap oligarki. Melalui pertanian, perkebunan dan peternakan kita dapat menjawab kebutuhan bangsa dan tidak hanya sekedar pemenuhan kebutuhan tetapi lebih dari itu dapat menjadi sumber kesejahteraan bagi masyarakat,” kata Marwah.
Dalam kesempatan itu, Marwah kemudian mengajak masyarakat untuk meninggalkan rasa pesimis atau putus asa.
“Jangan terlalu banyak membuang energi untuk melawan oligarki hanya melalui narasi. Tapi harus dilakukan tindakan yang nyata dan nyata. Rakyat harus bahu membahu membangun perekonomian kerakyatan. Jagalah hak-haknya atas tanah, baik tanah milik pribadi maupun adat, sebagai aset ekonomi.
Menanggapi hal tersebut, TBC. Massa Djafar menilai program yang ditawarkan Marwah Daud sangat logis dan kontekstual sehingga perlu dukungan serius.
TB Massa mengatakan, gerakan ekonomi yang dimaksud Marwah Daud sepertinya terinspirasi dari Gerakan Perusahaan Dagang Islam 1905 yang dipelopori Haji Samanhudi.
Menurut TB Massa, Gerakan Ekonomi Kerakyatan melawan oligarki tampaknya terinspirasi dari Gerakan Perusahaan Dagang Islam yang dipelopori oleh Haji Samanhudi.
“Saat itu di tahun 1905, gerakan tersebut menjadi semangat ekonomi kerakyatan melawan struktur ekonomi kolonial. Memperkuat basis ekonomi masyarakat menengah ke bawah, semangat ini sangat kontekstual di tengah dominasi ekonomi politik oligarki saat ini,” kata TB Massa.
Tidak ada komentar