xAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpgAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpg

Bersama, Kita Membawa Pesan Perdamaian

waktu baca 2 menit
Jumat, 4 Sep 2026 07:53 3 Catra


Ads Catra_inline artikel.jpgAds Catra_inline artikel.jpg

Dari Jabat Tangan Pemimpin, Tumbuh Persahabatan Rakyat

Vladivostok menjadi saksi sebuah momentum penting dalam hubungan Rusia dan Indonesia. Di tengah forum yang mempertemukan para pemimpin kedua negara, jabat tangan Presiden Rusia dan Presiden Indonesia tidak hanya menjadi simbol hubungan diplomatik, tetapi juga menghadirkan pesan yang lebih dalam: bahwa persahabatan dua bangsa seharusnya tidak berhenti di ruang-ruang pemerintahan, melainkan tumbuh dan mengakar di tengah masyarakat.

Momentum tersebut menemukan maknanya ketika masyarakat sipil Rusia dan Indonesia mulai membangun jembatan komunikasi, persahabatan, dan kerja sama. Dari Vladivostok, semangat itu ingin dibawa lebih jauh—menyeberangi batas negara, bahasa, dan budaya, menuju sebuah hubungan antarmanusia yang berlandaskan kepercayaan dan tujuan bersama: perdamaian serta masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

Ads Catra_inline artikel.jpgAds Catra_inline artikel.jpg

Di Rusia ada sebuah pepatah: “Satu orang di medan perjuangan bukanlah seorang pejuang.” Sementara dalam kearifan lokal Indonesia dikenal ungkapan: “Seberat apa pun beban akan terasa ringan jika dipikul bersama.”

Kedua ungkapan tersebut memiliki pesan yang sama: kekuatan lahir dari kebersamaan.

Masyarakat sipil Rusia dan Indonesia kini semakin erat membangun hubungan dan komunikasi demi masa depan anak-anak kita, masa depan kedua negara, dan masa depan umat manusia.

Perbedaan bahasa bukanlah penghalang. Kita mungkin berbicara dalam bahasa yang berbeda, tetapi memiliki tujuan yang sama: membangun persahabatan, kerja sama, dan perdamaian.

Gerakan Perdamaian Internasional “Women’s Dialogue,” yang diwakili Ketua Elena Semerikova, bersama Persatuan Pewarta Warga Indonesia, yang diwakili Ketua Wilson Lalengke, terus membangun jembatan baru persahabatan, kerja sama, dan kemitraan antara masyarakat sipil Rusia dan Indonesia.

Hari ini, ketika para pemimpin Rusia dan Indonesia berjabat tangan dalam Forum di Vladivostok, kami merasakan kehangatan, kekuatan, dan semangat persahabatan tersebut.

Jabat tangan para pemimpin bukan sekadar simbol hubungan antarpemerintah. Ia juga menjadi pesan bahwa persahabatan antarbangsa harus tumbuh hingga ke tingkat masyarakat.

Karena itu, kehangatan dan kekuatan persahabatan Rusia–Indonesia tersebut ingin kami bawa lebih jauh—kepada masyarakat kedua negara, kepada generasi muda, dan terutama kepada anak-anak kita.

Kita mungkin berbeda bahasa, budaya, dan latar belakang. Tetapi ketika tujuan kita adalah perdamaian dan masa depan yang lebih baik bagi umat manusia, kita tidak lagi berjalan sendiri.

Kita bersama.



Source link

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *





Featured

LAINNYA
xAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpgAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpg