xAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpgAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpg

ZIM, Perusahaan Pelayaran Israel, Cantumkan Jakarta dan Surabaya dalam Jadwal Layanan

waktu baca 3 menit
Rabu, 12 Agu 2026 19:41 42 Catra


Ads Catra_inline artikel.jpgAds Catra_inline artikel.jpg

Jakarta — FusilatNews.– Perusahaan pelayaran asal Israel, ZIM Integrated Shipping Services Ltd., mencantumkan Jakarta dan Surabaya sebagai pelabuhan tujuan dalam jaringan layanan pelayarannya. Informasi tersebut terlihat dalam jadwal pelayaran ZIM yang mencantumkan IPC Terminal Petikemas Tanjung Priok, Jakarta, serta Terminal Teluk Lamong, Surabaya.

Dalam informasi jadwal yang beredar dan dapat ditelusuri pada dokumen layanan ZIM, Jakarta tercantum dengan jadwal kedatangan pada Senin dan keberangkatan pada Selasa. Sementara Surabaya tercatat tiba pada Kamis dan berangkat pada Jumat.

Dokumen jadwal ZIM yang diperbarui pada 18 Juni 2026 juga secara eksplisit mencantumkan JAKARTA (IPC TERMINAL PETIKEMAS TANJUNG PRIOK) dan SURABAYA (TERMINAL TELUK LAMONG) dalam layanan South China Indonesia Service (SIX). Dokumen tersebut bahkan mencantumkan sejumlah nama kapal yang digunakan dalam layanan tersebut, antara lain AS Carolina, Wantai dan X-Press Machu Picchu.

Ads Catra_inline artikel.jpgAds Catra_inline artikel.jpg

Bukan Sekadar Isu Media Sosial

Temuan ini penting karena sebelumnya isu mengenai keberadaan kapal ZIM di Indonesia sempat menimbulkan polemik.

Pada Januari 2024, beredar informasi mengenai kapal ZIM yang disebut akan atau telah masuk ke sejumlah pelabuhan Indonesia, termasuk Jakarta dan Surabaya. Saat itu Kementerian Perhubungan menyatakan tidak pernah memberikan izin kepada kapal berbendera Israel untuk masuk ke Indonesia.

Namun, persoalan yang muncul sekarang perlu dilihat dengan lebih cermat.

ZIM memang merupakan perusahaan yang didirikan di Israel dan berkantor pusat di Haifa. Dalam dokumen resmi perusahaan yang disampaikan kepada otoritas pasar modal Amerika Serikat, ZIM menyatakan bahwa dirinya didirikan berdasarkan hukum Israel dan berkantor pusat di Haifa, Israel.

Dengan demikian, keberadaan layanan ZIM ke pelabuhan Indonesia merupakan fakta yang dapat diverifikasi.

Tetapi menyebut setiap kapal yang dioperasikan atau digunakan dalam layanan ZIM sebagai “kapal berbendera Israel” membutuhkan pembuktian lebih lanjut.

Perusahaan Israel Tidak Selalu Berarti Kapalnya Berbendera Israel

Dalam industri pelayaran internasional, identitas perusahaan pelayaran, pemilik kapal, operator kapal, dan negara bendera kapal (flag state) merupakan empat hal yang dapat berbeda.

Karena itu, keberadaan logo ZIM pada suatu layanan pelayaran tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa kapal yang bersangkutan menggunakan bendera Israel.

Hal tersebut justru menjadi titik penting yang harus diperiksa lebih lanjut: kapal apa yang datang, siapa pemiliknya, siapa operatornya, berapa IMO number-nya, dan di bawah bendera negara mana kapal tersebut terdaftar.

Dokumen ZIM sendiri menunjukkan bahwa layanan Jakarta-Surabaya tidak hanya terkait dengan satu kapal. Dalam salah satu jadwal layanan Asia Tenggara, sejumlah kapal dicantumkan secara bergantian dalam rute tersebut.

Mengapa Ini Penting?

Persoalan ini menjadi sensitif karena hubungan Indonesia dan Israel tidak memiliki hubungan diplomatik formal, sementara dukungan Indonesia terhadap Palestina merupakan posisi politik yang telah lama dinyatakan pemerintah.

Karena itu, publik berhak mengetahui apabila perusahaan pelayaran yang berasal dari Israel menjalankan aktivitas komersial melalui pelabuhan Indonesia.

Tetapi pemberitaan mengenai isu ini juga harus membedakan antara “perusahaan pelayaran Israel beroperasi atau memiliki layanan ke Indonesia” dengan klaim “kapal berbendera Israel berlabuh di Indonesia.”

Keduanya bukan hal yang sama.

Berdasarkan dokumen yang dapat diverifikasi saat ini, ZIM memang mencantumkan Jakarta dan Surabaya dalam jaringan layanan pelayarannya. Dokumen ZIM mencatat Jakarta melalui IPC Terminal Petikemas Tanjung Priok dan Surabaya melalui Terminal Teluk Lamong.

Pertanyaan berikutnya justru lebih spesifik dan penting: kapal ZIM mana yang benar-benar masuk ke Tanjung Priok dan Teluk Lamong, serta bendera negara apa yang dikibarkannya?

Jawaban atas pertanyaan itu harus diperoleh dari data port call, nama kapal, IMO number, dan registrasi kapal. Dengan demikian, pemberitaan tidak berhenti pada logo perusahaan, tetapi sampai pada identitas kapal secara faktual.

FusilatNews akan terus menelusuri data tersebut untuk memastikan apakah kapal yang masuk ke kedua pelabuhan itu benar-benar berbendera Israel atau merupakan kapal milik/charter ZIM yang menggunakan bendera negara lain.



Source link

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *





Featured

LAINNYA
xAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpgAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpg