xAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpgAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpg

dr. Christine Tirza Thresia Jitmau: Perempuan Asli Papua Pertama Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Insentif, Bukti Nyata Semangat Afirmasi Otsus

waktu baca 3 menit
Kamis, 23 Jul 2026 10:33 146 Itje

SORONG – Satu lagi sejarah gemilang dicatat putri daerah Tanah Papua. dr. Christine Tirza Thresia Jitmau, Sp.An-TI, resmi menjadi perempuan pertama Orang Asli Papua yang berhasil menyelesaikan pendidikan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif.

Ads Catra_inline artikel.jpgAds Catra_inline artikel.jpg

Pencapaian ini bukan sekadar keberhasilan pribadi, melainkan bukti nyata keberhasilan kebijakan afirmasi dalam kerangka Otonomi Khusus (Otsus) Papua untuk mencetak SDM unggul dari anak bangsa sendiri.

Perempuan Asli Papua Maybrat dari Kampung Kona-suwiam Distrik Ayamaru Utara Timur Lahir di Manokwari, 7 Desember 1991, Christine merupakan anak kedua dari lima bersaudara pasangan Ir. Ismael Jitmau, M.Si, dan almarhumah Yubelina Bless.

Ia menempuh pendidikan spesialis selama empat tahun di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM), melewati serangkaian tantangan berat mulai dari seleksi ketat, tugas jaga tanpa henti di rumah sakit, penyusunan karya tulis ilmiah, hingga ujian nasional yang ketat. Semua itu dilalui dengan ketekunan, kerja keras, dan doa yang tak putus.

Ads Catra_inline artikel.jpgAds Catra_inline artikel.jpg

Keberhasilan ini tak lepas dari dukungan kebijakan daerah. Christine merupakan penerima manfaat program beasiswa afirmasi pendidikan dokter spesialis dari Pemerintah Provinsi Papua Barat berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Papua Barat Nomor 211 Tahun 2024 tentang Genetika Bantuan Biaya Pendidikan Dokter Spesialis Tahun 2024 yang dikoordinasikan Dinas Kesehatan setempat.

Sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Manokwari, ia juga mendapat izin dan dukungan penuh dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) serta Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari untuk mengembangkan kompetensi dirinya. “Saya berjanji segera kembali mengabdi ke tanah kelahiran. Ilmu yang saya peroleh akan saya gunakan untuk memperkuat pelayanan kesehatan, khususnya di unit gawat darurat dan perawatan intensif, agar masyarakat Papua Barat mendapatkan pelayanan yang setara dan bermutu,” tegas Christine usai diwisuda.

Prestasi ini juga menjadi pesan kuat bagi seluruh generasi muda Orang Asli Papua. Dalam pesannya yang menyentuh hati, Christine menegaskan: “Jangan pernah berhenti bermimpi. Berusahalah semaksimal mungkin dan selalu berdoa kepada Tuhan agar mimpi itu terwujud. Anak-anak Papua bukanlah masa depan, melainkan masa kini Tanah Papua. Jangan biarkan keterbatasan geografis membatasi mimpi kalian. Belajarlah dengan bangga, jadilah cerdas, dan buktikan bahwa generasi Papua adalah pilar utama kemajuan di tanah sendiri.”

Christine Yang lahir besar Anggori Manokwari juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan, M.Si, atas komitmen menjalankan kebijakan afirmasi bagi Orang Asli Papua di bidang pendidikan kesehatan. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanannya mulai dari Pemerintah Kabupaten Manokwari, Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten, hingga Badan Kepegawaian Daerah Manokwari.

Keberhasilan dr. Christine menjadi bukti nyata: semangat Otsus bukan sekadar aturan tertulis, melainkan harus mewujud dalam kesempatan yang setara bagi anak Orang Asli Papua untuk berkembang, memimpin, dan mengabdi di tanah sendiri.

Kehadiran tenaga spesialis yang berasal dari akar rumput masyarakat sendiri diharapkan semakin memperkuat kepercayaan dan memperluas jangkauan pelayanan kesehatan yang adil dan merata di seluruh penjuru Tanah Papua.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *





Featured

LAINNYA
xAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpgAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpg