xAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpgAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpg

Pasien Keracunan MBG di Semarang Tak Ditanggung BPJS, Biaya Perawatan Dibebankan ke Dinas Kesehatan

waktu baca 2 menit
Senin, 3 Agu 2026 11:24 20 Catra


Ads Catra_inline artikel.jpgAds Catra_inline artikel.jpg

SEMARANG – FusilatNews – Pasien yang menjalani rawat inap akibat dugaan keracunan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Semarang dipastikan tidak menggunakan pembiayaan BPJS Kesehatan. Seluruh biaya pengobatan ditanggung oleh Dinas Kesehatan Kota Semarang, sementara pemerintah masih menyelidiki penyebab pasti insiden tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang menyatakan bahwa seluruh pasien yang dirawat akibat kejadian tersebut tetap memperoleh pelayanan medis tanpa dipungut biaya. Pembiayaan dilakukan melalui mekanisme pemerintah daerah karena kasus ini berkaitan dengan dugaan kejadian keracunan massal dalam pelaksanaan program MBG.

Kebijakan tersebut diambil agar para korban segera mendapatkan penanganan medis tanpa harus memikirkan persoalan administrasi maupun biaya rumah sakit.

Ads Catra_inline artikel.jpgAds Catra_inline artikel.jpg

BPJS Tidak Digunakan

Meski para pasien sebagian merupakan peserta BPJS Kesehatan, pemerintah memilih menggunakan anggaran Dinas Kesehatan untuk membiayai seluruh perawatan.

Langkah ini dilakukan sambil menunggu hasil investigasi epidemiologi serta pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan.

Sebelumnya, Direktur Utama BPJS Kesehatan menjelaskan bahwa pembiayaan kasus keracunan dapat berbeda bergantung pada status kejadian. Apabila belum ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB), pembiayaan dapat mengikuti mekanisme Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Namun apabila telah ditetapkan sebagai KLB, pembiayaan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah atau pemerintah pusat sesuai ketentuan yang berlaku.

Puluhan Korban Jalani Perawatan

Insiden dugaan keracunan makanan dalam program MBG tersebut menyebabkan puluhan siswa mengalami gejala seperti mual, muntah, sakit perut, hingga diare. Sebagian korban menjalani rawat jalan, sementara sejumlah lainnya harus dirawat inap di beberapa rumah sakit di Kota Semarang untuk mendapatkan observasi dan terapi intensif.

Pemerintah Kota Semarang bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM), Dinas Kesehatan, dan pihak terkait masih melakukan penyelidikan guna memastikan sumber kontaminasi makanan. Sampel makanan, bahan baku, serta lingkungan dapur penyedia MBG telah diambil untuk diuji di laboratorium.

Evaluasi Program MBG

Peristiwa ini kembali menjadi sorotan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang secara nasional ditujukan untuk meningkatkan gizi anak sekolah. Sejumlah pihak mendesak agar pengawasan terhadap proses pengolahan, distribusi, hingga penyajian makanan diperketat agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Pemerintah Kota Semarang memastikan seluruh korban akan terus dipantau hingga pulih, sementara hasil investigasi laboratorium akan menjadi dasar penentuan penyebab serta langkah evaluasi terhadap penyelenggaraan program MBG ke depan.



Source link

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *





Featured

LAINNYA
xAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpgAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpg