xAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpgAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpg

Pengamat Intelijen dan Geopolitik Membongkar Tatanan Dunia Baru dan Perjuangan Penguasaan Perekonomian Dunia

waktu baca 3 menit
Selasa, 14 Apr 2026 14:32 55 Catra

Sejumlah pandangan kritis kembali mengemuka terkait dinamika geopolitik global, khususnya terkait narasi “New World Order” (NWO), peran lembaga keuangan internasional, dan posisi strategis Indonesia di tengah perubahan tatanan dunia. Pengamat intelijen dan geopolitik, Amir Hamzah memaparkan analisanya.

Ads Catra_inline artikel.jpgAds Catra_inline artikel.jpg

Dalam analisisnya, Amir Hamzah menyoroti bahwa konsep Tatanan Dunia Baru dipandang sebagai grand design yang berupaya membentuk sistem pemerintahan global tunggal. Ia meyakini dalam narasi tersebut terdapat kekhawatiran keberadaan agama ketuhanan dapat tergerus oleh kepentingan geopolitik dan ekonomi global.

Ia juga mengaitkan pernyataan kontroversial yang diklaim berasal dari tokoh militer Amerika, Pete Hegseth, yang disebut-sebut menyinggung konflik Iran dalam konteks dunia Islam yang lebih luas.

Sorotan tajam juga tertuju pada dua lembaga keuangan global, yakni Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia. Amir Hamzah menilai skema pinjaman yang diberikan kepada negara berkembang seringkali menimbulkan ketergantungan struktural.

Ads Catra_inline artikel.jpgAds Catra_inline artikel.jpg

Menurut dia, negara-negara miskin yang kaya sumber daya alam dan manusia menjadi sasaran utama. Pinjaman luar negeri dinilai tidak selalu mendatangkan kesejahteraan, namun dalam beberapa kasus justru menambah beban fiskal jangka panjang.

Perubahan lanskap global juga ditandai dengan munculnya kekuatan ekonomi alternatif. Salah satunya adalah grup BRICS yang beranggotakan Brazil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan – dan kini telah diperluas dengan sejumlah negara baru, termasuk Indonesia dalam rangka kerja sama tertentu.

BRICS mendorong agenda dedolarisasi, yaitu mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dalam transaksi internasional. Langkah ini dinilai tak lepas dari dominasi sistem keuangan global yang selama ini terhubung dengan IMF dan Bank Dunia.

Selain itu, negara-negara Arab juga membentuk Dana Moneter Arab sebagai alternatif regional. Dalam beberapa pandangan, lembaga ini dapat bersinergi atau bahkan berperan sebagai penyeimbang sistem keuangan global yang ada.

Dalam analisisnya, Amir Hamzah juga menyinggung keluarga Mayer Amschel Rothschild sebagai simbol kekuatan finansial global. Keluarga ini dikenal dalam sejarah sebagai dinasti perbankan besar di Eropa sejak abad ke-18. Keluarga ini mengendalikan IMF dan Bank Dunia.

Isu lain yang mengemuka adalah adanya jaringan seperti Freemasonry dan Illuminati yang konon sudah lama beroperasi secara global, termasuk di Indonesia. Referensi akademis seperti karya Paul W. van der Veur memang pernah membahas keberadaan Freemasonry dalam konteks sejarah kolonial.

Dalam konteks Indonesia, Amir Hamzah menilai langkah Presiden Prabowo Subianto menjalin komunikasi dengan berbagai kekuatan global merupakan strategi penting.

Pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dipandang sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia di jalur alternatif seperti BRICS.

Sementara itu, komunikasi dengan Raja Charles III dari Inggris juga dipandang sebagai langkah diplomasi untuk menjaga keseimbangan hubungan dengan Barat.

Raja Inggris Charles III adalah Ketua “Komite 300” sebagai pengendali dana Tata Dunia Baru. Pertemuan Prabowo dengan Raja Inggris Charles III bisa mengungkap sumber dana tersembunyi bagi bangsa Indonesia, tegasnya.

Amir mengatakan, jika sumber pendanaan tersembunyi itu berbentuk likuid atau agunan, maka bisa memperkuat kemandirian keuangan dan moneter nasional serta mengurangi ketergantungan pada IMF dan Bank Dunia.

Simak berita dan artikel lainnya di Google Berita



Source link

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *





Featured

LAINNYA
xAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpgAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpg