Jakarta —FusilatNews.— Situasi keamanan Jakarta kembali menjadi perhatian perwakilan diplomatik asing setelah aksi demonstrasi pada Kamis (27/8/2026) berkembang menjadi kericuhan di sejumlah kawasan ibu kota.
Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta pada Jumat (28/8) kembali menerbitkan “Demonstration Alert: Protests in Jakarta August 28, 2026”, memperingatkan warga negara Amerika Serikat mengenai aksi demonstrasi yang berlangsung di sejumlah lokasi di Jakarta.
Peringatan tersebut menunjukkan bahwa perhatian perwakilan asing tidak lagi sebatas pada rencana demonstrasi, tetapi juga pada dampak keamanan dan mobilitas yang muncul setelah aksi Kamis.
Dalam peringatannya, Kedubes AS menyebut demonstrasi dapat menyebabkan peningkatan kehadiran polisi, penutupan jalan, gangguan lalu lintas, serta kemungkinan eskalasi kekerasan. Warga Amerika diminta menjauhi lokasi demonstrasi dan kerumunan serta terus mengikuti perkembangan melalui media lokal.
Australia: Hindari Demonstrasi
Pemerintah Australia melalui Smartraveller juga masih mempertahankan status “Exercise a high degree of caution” untuk Indonesia secara keseluruhan karena risiko keamanan.
Dalam pembaruan yang masih berlaku pada 27 Agustus 2026, pemerintah Australia mengingatkan bahwa demonstrasi dan kegiatan yang melibatkan massa besar dapat berubah menjadi kekerasan dengan sedikit pemberitahuan. Warga Australia diminta menghindari demonstrasi dan terus memantau media lokal.
Smartraveller bahkan secara khusus menyebut bahwa aksi demonstrasi kerap berlangsung di sekitar gedung pemerintahan dan kedutaan, termasuk kawasan Kedutaan Besar Australia di Jakarta.
Inggris dan Amerika Serikat Tetap Memperingatkan Risiko
Pemerintah Inggris melalui Foreign, Commonwealth & Development Office (FCDO) juga mempertahankan informasi keselamatan perjalanan untuk Indonesia dan mengingatkan wisatawan agar memperhatikan perkembangan keamanan serta informasi terbaru sebelum melakukan perjalanan.
Sementara itu, Departemen Luar Negeri AS dalam travel advisory untuk Indonesia menyatakan bahwa demonstrasi merupakan hal yang umum terjadi di Jakarta dan kota-kota besar lainnya. Demonstrasi dapat berlangsung tidak terduga dan warga Amerika diminta menghindari kawasan demonstrasi.
Kericuhan Meluas
Peringatan diplomatik tersebut muncul setelah aksi di sekitar kompleks DPR/MPR pada Kamis malam mengalami peningkatan eskalasi.
Menurut laporan terbaru, kericuhan kemudian meluas ke kawasan Pejompongan dan Slipi. Sejumlah fasilitas dilaporkan dirusak dan dibakar. Gangguan juga berdampak pada mobilitas warga, termasuk perjalanan Commuter Line yang sempat tertahan karena kondisi di sekitar jalur Palmerah–Tanah Abang belum dianggap aman.
Polri menyatakan bahwa aksi penyampaian aspirasi sebelumnya berlangsung tertib, tetapi situasi meningkat pada sore hingga malam ketika kelompok lain datang dan sebagian massa melakukan tindakan perusakan. Polisi kemudian melakukan pembubaran secara bertahap.
Bukan Travel Ban
Meski demikian, perlu ditegaskan bahwa peringatan tersebut belum berarti Indonesia atau Jakarta dinyatakan sebagai wilayah “do not travel” oleh seluruh negara asing.
Peringatan yang dikeluarkan lebih bersifat security alert: warga asing diminta menghindari lokasi demonstrasi, menjauhi kerumunan, mempersiapkan waktu perjalanan lebih panjang dan mengikuti instruksi aparat setempat.
Namun, munculnya peringatan baru dari Kedubes AS pada 28 Agustus—setelah alert sehari sebelumnya—menunjukkan bahwa situasi Jakarta masih dianggap cukup dinamis untuk mendapat perhatian khusus dari pemerintah asing.
Pesan yang paling jelas dari sejumlah perwakilan asing adalah sama: hindari lokasi demonstrasi, jangan mendekati kerumunan, pantau perkembangan situasi dan ikuti instruksi aparat keamanan.
Bagi Jakarta, munculnya kembali Demonstration Alert dari kedutaan asing menjadi sinyal bahwa persoalan keamanan ibu kota kini tidak hanya menjadi perhatian domestik, tetapi juga telah masuk radar travel-security assessment negara-negara yang memiliki warga dan kepentingan di Indonesia.
Tidak ada komentar