xAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpgAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpg

Desa Sunalari Sambut Energi Muda, KKN-T Universitas Majalengka Siap Mengabdi dan Mengaktifkan Potensi Desa

waktu baca 5 menit
Selasa, 14 Jul 2026 11:46 28 Catra

Suasana hangat dan kekeluargaan menyelimuti Aula Kantor Desa Sunalari, Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka, Senin (13/7/2026). Senyum aparat desa, tokoh masyarakat, dan mahasiswa berpadu dalam pertemuan yang menandai dimulainya perjalanan pengabdian Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Majalengka di desa.

Ads Catra_inline artikel.jpgAds Catra_inline artikel.jpg

Bagi masyarakat Desa Sunalari, kedatangan mahasiswa bukan sekedar agenda rutin perguruan tinggi setiap tahunnya. Kehadiran mereka dipandang sebagai hadirnya energi baru yang diharapkan mampu memperkuat berbagai program pembangunan desa, serta menjadi ruang pertemuan ilmu pengetahuan dengan pengalaman hidup masyarakat.

Acara penyambutan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Kepala Desa Sunalari Ibu Cucu, perangkat desa, tokoh masyarakat, Pembimbing Lapangan (DPL) Kurnia Rusmiyati, MH, serta seluruh mahasiswa peserta KKN-T yang akan mengabdi selama satu bulan ke depan.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Sunalari menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Universitas Majalengka yang menjadikan desanya kembali menjadi lokasi pengabdian mahasiswa. Menurutnya, pembangunan desa tidak hanya mengandalkan pemerintah saja, namun memerlukan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi.

Ads Catra_inline artikel.jpgAds Catra_inline artikel.jpg

“Kami membuka pintu seluas-luasnya bagi para pelajar. Kehadiran anda sangat kami nantikan, terutama untuk membantu kami dalam mengembangkan potensi desa, baik di bidang pertanian, UMKM, pendidikan, kesehatan dan digitalisasi desa,” kata Bu Cucu.

Pernyataan tersebut mencerminkan besarnya harapan masyarakat terhadap peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan ide-ide kreatif dan solusi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi desa.

Pelayanan yang Berangkat dari Kebutuhan Masyarakat

Program KKN-T yang dijalankan Universitas Majalengka mengusung pendekatan partisipatif. Artinya mahasiswa tidak datang dengan membawa program yang disusun tanpa mengetahui kondisi di lapangan, melainkan melakukan observasi terlebih dahulu untuk memahami kebutuhan masyarakat.

Pendekatan ini menjadikan setiap kegiatan yang dirancang berkaitan dengan permasalahan nyata yang dihadapi warga.

Ketua Kelompok KKN-T Desa Sunalari, Rizki menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah program kerja yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi lokal.

Menurutnya, keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang dilakukan, namun seberapa besar manfaat yang bisa dirasakan masyarakat setelah program selesai.

“Fokus utama kami adalah bersinergi dengan warga. Kami tidak hanya menjalankan program kerja yang dibawa dari kampus, tapi kami juga ingin belajar langsung dari kearifan lokal yang ada di Desa Sunalari,” kata Rizki.

Pernyataan ini menggambarkan semangat pelayanan yang mengutamakan kolaborasi. Mahasiswa tidak memposisikan dirinya sebagai pihak yang paling mengetahui berbagai permasalahan, namun hadir untuk belajar, berdiskusi dan bekerja sama dengan masyarakat.

Bagi mahasiswa, KKN merupakan pengalaman akademik yang berbeda dengan kegiatan di ruang perkuliahan. Berhadapan langsung dengan masyarakat memungkinkan berbagai teori yang dipelajari selama perkuliahan diuji melalui realitas kehidupan sehari-hari.

Di desa, siswa belajar memahami bagaimana masyarakat mengelola pertanian, menjalankan usaha kecil-kecilan, menjaga tradisi, dan membangun solidaritas sosial.

Pengalaman ini membentuk kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kepemimpinan dan pemecahan masalah yang tidak selalu diperoleh melalui pembelajaran di kelas.

Di sisi lain, masyarakat juga mendapat kesempatan untuk bertukar ilmu dengan generasi muda yang membawa wawasan baru, khususnya di bidang teknologi informasi, pemasaran digital, pemerintahan desa, pendidikan, dan pengembangan usaha mikro.

Pertemuan dua pengalaman berbeda inilah yang menjadi kekuatan utama pelaksanaan KKN-T.

Desa Sunalari memiliki berbagai potensi yang dapat terus dikembangkan melalui kerjasama antara pemerintah desa, masyarakat dan perguruan tinggi.

Sektor pertanian masih menjadi salah satu penopang utama kehidupan masyarakat. Di sisi lain, peluang pengembangan UMKM, peningkatan kualitas pendidikan masyarakat, layanan kesehatan, dan digitalisasi layanan desa juga menjadi area yang memiliki ruang untuk terus diperkuat.

Mahasiswa KKN diharapkan mampu menjadi mitra pemerintah desa dalam merancang berbagai kegiatan yang berdampak nyata.

Program pelatihan pemasaran digital bagi pelaku UMKM, penyuluhan kesehatan masyarakat, pendampingan pemerintahan desa berbasis teknologi, pembelajaran kreatif bagi anak, dan penguatan literasi digital merupakan beberapa bentuk kegiatan yang dapat memperluas manfaat kehadiran pelajar selama masa baktinya.

Lebih dari itu, kehadiran mahasiswa juga diharapkan mampu membangun semangat gotong royong lintas generasi.

Pelaksanaan KKN-T selalu mengedepankan sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, tokoh masyarakat dan warga.

Dosen Pembimbing Lapangan berperan untuk memastikan seluruh program berjalan sesuai tujuan akademik sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dengan adanya pendampingan tersebut, mahasiswa tidak hanya sekedar melakukan kegiatan, namun juga mengevaluasi setiap program sehingga dapat menjadi bahan pembelajaran bagi kampus dan pemerintah desa.

Kerja sama ini menjadi landasan penting agar berbagai kegiatan yang dilakukan tidak berhenti setelah masa KKN berakhir.

Harapannya, program-program yang digagas dapat dilanjutkan oleh masyarakat dan pemerintah desa sehingga manfaatnya terus terasa dalam jangka panjang.

Acara penyambutan mahasiswa KKN-T diakhiri dengan sesi foto bersama dan penyerahan atribut KKN-T secara simbolis sebagai tanda dimulainya masa pengabdian di Desa Sunalari.

Momen ini menjadi simbol lahirnya kerjasama antara dunia pendidikan tinggi dan masyarakat desa.

Selama sebulan ke depan, mahasiswa Universitas Majalengka akan hidup berdampingan dengan warga, berbagi pengalaman, menyelenggarakan berbagai kegiatan, dan belajar memahami dinamika kehidupan masyarakat pedesaan.

Dibalik acara penyambutan sederhana tersebut, terdapat harapan besar bahwa kehadiran para pelajar mampu membawa manfaat berkelanjutan bagi Desa Sunalari. Sementara bagi mahasiswa, pengabdian ini merupakan pengalaman berharga untuk membentuk karakter kepemimpinan, kepedulian sosial, dan kemampuan bekerja sama dengan masyarakat.

Pada akhirnya, KKN-T bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan jembatan yang mempertemukan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat, sehingga pembangunan desa dapat tumbuh melalui kolaborasi, inovasi, dan semangat gotong royong. (Iwan Setiawan)

Simak berita dan artikel lainnya di Google Berita



Source link

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *





Featured

LAINNYA
xAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpgAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpg