JAKARTA —Fusilatnews.– Aksi demonstrasi Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026), mendapat pengamanan dalam jumlah besar. Polisi menyebut massa aksi yang berada di lapangan berkisar 250–300 orang, sementara sebanyak 5.836 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan rangkaian kegiatan di sejumlah titik sekitar Bundaran HI.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Erlyn Sumantri mengatakan personel pengamanan tersebut dibagi ke berbagai titik di kawasan Bundaran HI. Menurutnya, jumlah 5.836 merupakan total pasukan yang ditempatkan untuk pengamanan kawasan tersebut.
Di tingkat Polda Metro Jaya, jumlah personel yang disiapkan bahkan mencapai 9.242 personel untuk mengamankan 31 aksi penyampaian pendapat dan sejumlah kegiatan masyarakat yang berlangsung secara bersamaan di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Perbandingan jumlah massa dan personel pengamanan tersebut menjadi salah satu sorotan dalam aksi BEM UI kali ini. Dengan perkiraan massa 250–300 orang, pengerahan ribuan personel menunjukkan tingkat pengamanan yang sangat ketat terhadap aksi mahasiswa.
Ketegangan juga sempat terjadi ketika rombongan mahasiswa BEM UI tertahan oleh aparat di kawasan Jalan Jenderal Sudirman saat hendak menuju Bundaran HI.
Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra terlibat dalam perdebatan dengan Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold Elisa Partomun Hutagalung terkait pembatasan aksi, termasuk penggunaan pengeras suara dari mobil komando.
Mahasiswa mempertanyakan alasan mereka tidak diperbolehkan menggunakan pengeras suara dan mengapa massa tidak diperkenankan melanjutkan aksi menuju Bundaran HI. Perdebatan tersebut berlangsung di tengah situasi pengamanan ketat aparat.
Situasi sempat memanas ketika sejumlah massa berupaya melanjutkan perjalanan menuju titik aksi. Laporan lapangan menyebut sembilan bus mahasiswa sempat tertahan dalam perjalanan menuju Bundaran HI.
Aksi yang mengusung tema #MerebutKemerdekaan tersebut membawa delapan tuntutan, antara lain penghentian korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), reforma agraria, penurunan harga kebutuhan pokok dan BBM, evaluasi PSN serta penghentian MBG dan KDMP.
Mahasiswa juga menuntut penghentian pemusatan kekuasaan dan pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD), penetapan status bencana nasional untuk wilayah Sumatra dan Flores, serta penghentian apa yang mereka sebut sebagai represivitas dan intervensi TNI-Polri dalam ruang sipil.
Aksi BEM UI kali ini, dengan demikian, bukan hanya menyangkut delapan tuntutan yang disampaikan mahasiswa. Besarnya pengerahan aparat dibandingkan dengan jumlah massa, serta perdebatan terbuka antara mahasiswa dan kepolisian, menjadi bagian penting dari dinamika aksi di tengah peringatan kemerdekaan Indonesia.
Situasi di kawasan Bundaran HI dan Jalan Jenderal Sudirman masih menjadi perhatian aparat dan pengguna jalan. Rekayasa lalu lintas dilakukan secara situasional sesuai perkembangan kondisi di lapangan.
Tidak ada komentar