xAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpgAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpg

Polemik Menara BTS Sukomulyo: Warga Minta Dibongkar, Janji Mediasi Pemko Lamongan Macet

waktu baca 2 menit
Senin, 20 Jul 2026 22:00 15 Catra

Kekhawatiran warga wilayah Bandung, Kecamatan Sukomulyo, Kecamatan Lamongan terhadap keberadaan menara telekomunikasi (BTS) semakin meningkat. Meski sudah masuk meja mediasi dan dikunjungi perwakilan Komnas HAM, hingga kini belum ada kejelasan. Warga bersikukuh menuntut menara tersebut segera dibongkar dan direlokasi, sementara janji fasilitasi dari pemerintah setempat hanya dianggap omong kosong dan tidak ada realisasinya.

Ads Catra_inline artikel.jpgAds Catra_inline artikel.jpg

Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Mereka menyoroti tiga permasalahan krusial yang mengancam keselamatan dan hak hidup: risiko paparan radiasi yang dikhawatirkan berdampak negatif terhadap kesehatan jangka panjang, konstruksi bangunan yang dinilai berpotensi runtuh sewaktu-waktu, dan dugaan pelanggaran prosedur perizinan yang dianggap bermasalah sejak awal pembangunannya.

Saat dikonfirmasi awak media, Senin (20/7/2026), perwakilan warga Pipit mengungkapkan kekecewaan mendalam. Tuntutan keras warga untuk merelokasi menara hingga jadwal penyelesaian sengketa jelas sama sekali tidak dipenuhi oleh pengelola menara, PT Ema. Parahnya, pemerintah daerah dinilai tidak berkomitmen memberikan komunikasi lebih lanjut.

“PT Ema belum memenuhi tuntutan kami terkait relokasi dan kepastian kapan masalah ini selesai. Sementara itu, pemerintah daerah juga belum mengambil tindakan serius untuk memfasilitasi pertemuan lanjutan antara kami dan perusahaan. Keluhan terhadap nyawa dan keselamatan warga seolah diabaikan begitu saja,” kata Pipit dengan nada marah.

Ads Catra_inline artikel.jpgAds Catra_inline artikel.jpg

Ketua Umum LSM Jaringan Penyelenggaraan Antisipasi Keamanan (JALAK), Amin Santoso pun mengkritisi sikap Pemkab Lamongan yang lamban dan abai. Ia mengingatkan, keragu-raguan tersebut berisiko menjadikan permasalahan lokal ini menjadi sorotan nasional — bahkan memicu kunjungan langsung Komisi II DPR RI yang membidangi urusan pemerintahan ke Lamongan.

“Pemerintah Lamongan harusnya peka dan segera merespon keluhan masyarakat. Jangan tunggu sampai api menjadi kobaran api, masalah daerah ini akan meluas ke seluruh pelosok negeri, baru bergerak setelah wakil rakyat dari pusat turun tangan ke sini,” tegas Amin.

Padahal, sebelumnya Pemkab Lamongan mengaku telah melakukan intervensi. Tim gabungan bahkan Bupati Lamongan dikabarkan langsung mendatangi lokasi dan berjanji akan menjadi mediasi kedua belah pihak untuk mencari solusi yang adil. Namun janji manis tersebut kini terbukti kosong belaka, hingga saat ini belum ada tindak lanjut yang nyata.

Warga kini mulai ragu: apakah keberadaan tower ini lebih diprioritaskan dibandingkan keselamatan ratusan warga Sukomulyo? Ataukah ada kepentingan tersembunyi yang menyebabkan penyelesaian perselisihan ini sengaja ditunda? Wartawan: Hadi Hoy

Simak berita dan artikel lainnya di Google Berita



Source link

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *





Featured

LAINNYA
xAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpgAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpg