xAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpgAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpg

PPJNA 98 Apresiasi Langkah Cepat Sufmi Dasco Cegah Ancaman PHK Massal

waktu baca 3 menit
Jumat, 26 Jun 2026 16:39 26 Catra

Ketua Umum PPJNA 98 Anto Kusumayuda mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan Sufmi Dasco Ahmad. Menurutnya, respons tersebut menunjukkan kepekaan seorang pemimpin terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat, khususnya para pekerja yang kini dihantui ancaman kehilangan mata pencaharian.

Ads Catra_inline artikel.jpgAds Catra_inline artikel.jpg

Langkah cepat Sufmi Dasco Ahmad patut diapresiasi. Ketika muncul kekhawatiran akan adanya PHK massal, beliau tidak tinggal diam, namun segera membangun komunikasi dengan berbagai pihak untuk mencari solusi. Hal ini menunjukkan keberpihakannya pada kepentingan rakyat serta komitmennya dalam menjaga stabilitas dunia usaha, kata Anto Kusumayuda, Jumat (26/6/2026).

Menurut Anto, tantangan perekonomian saat ini tidak bisa dilihat begitu saja. Perlambatan perekonomian dunia, meningkatnya biaya produksi dan ketidakpastian pasar internasional memberikan tekanan yang besar terhadap sektor industri nasional. Dalam kondisi seperti itu, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dituntut mampu menghadirkan solusi berimbang.

Ia menilai komunikasi yang dibangun Dasco dengan pimpinan perusahaan merupakan langkah strategis untuk membuka ruang dialog agar kebijakan yang dihasilkan tidak merugikan salah satu pihak.

Ads Catra_inline artikel.jpgAds Catra_inline artikel.jpg

“Perusahaan butuh ruang untuk tetap menjalankan usahanya, sedangkan pekerja butuh keamanan dan perlindungan kerja. Di sinilah pentingnya komunikasi Dasco. Solusi terbaik hanya bisa lahir melalui dialog yang konstruktif,” ujarnya.

Anto menegaskan, ancaman PHK massal tidak hanya berdampak pada pekerja yang kehilangan pendapatannya, tetapi juga berpotensi mempengaruhi daya beli masyarakat, pertumbuhan ekonomi daerah, dan tingkat kepercayaan investor terhadap Indonesia.

Oleh karena itu, menurutnya, langkah cepat DPR RI yang menjembatani komunikasi dengan pelaku industri merupakan sinyal positif bahwa negara hadir untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan dunia usaha dan perlindungan pekerja.

“Jika industri terganggu maka dampaknya akan sangat luas. Bukan hanya pekerja yang kehilangan pekerjaan, aktivitas perekonomian masyarakat juga akan melambat. Oleh karena itu, upaya pencegahan jauh lebih baik dibandingkan menunggu masalah semakin besar,” jelasnya.

Lebih lanjut, Anto menilai kepemimpinan adaptif sangat diperlukan dalam menghadapi dinamika perekonomian global yang penuh ketidakpastian. Menurutnya, langkah cepat seperti yang dilakukan Sufmi Dasco dapat memperkuat optimisme dunia usaha sekaligus memberikan rasa aman kepada para pekerja.

Ia pun mengajak seluruh elemen bangsa untuk mengedepankan semangat gotong royong dalam menghadapi tantangan perekonomian. Menurut dia, permasalahan ketenagakerjaan tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah saja, melainkan memerlukan kolaborasi antara DPR, pemerintah, pelaku usaha, serikat pekerja, dan masyarakat.

“Kita harus menjaga keseimbangan. Dunia usaha perlu didukung agar terus tumbuh dan mampu menyerap tenaga kerja. Di sisi lain, hak-hak pekerja juga harus dilindungi. Pendekatan seperti inilah yang menurut kami sedang dibangun oleh Pak Dasco,” ujarnya.

Anto menambahkan, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sejak awal telah menempatkan penguatan sektor industri sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional. Oleh karena itu, setiap potensi gangguan terhadap iklim investasi dan stabilitas industri harus segera direspon melalui koordinasi lintas lembaga.

Menurut dia, komunikasi yang dilakukan pimpinan DPR dengan berbagai pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan investor sekaligus memastikan roda perekonomian nasional tetap bergerak.

“Kami optimistis pemerintah bersama DPR mampu menemukan rumusan terbaik. Yang dibutuhkan saat ini adalah kerja sama, komunikasi intensif, dan solusi yang mendukung kepentingan nasional. Jangan sampai dunia usaha melemah, tapi jangan sampai buruh menjadi korban,” ujarnya.

PPJNA 98 berharap berbagai langkah koordinasi yang dilakukan saat ini dapat menghasilkan kebijakan konkrit yang mampu menjaga daya saing industri nasional, memperkuat investasi, dan memberikan kepastian bagi jutaan pekerja Indonesia.

Yang dibutuhkan adalah kepemimpinan yang cepat mengambil keputusan, membangun komunikasi, dan menghadirkan solusi. Apa yang dilakukan Sufmi Dasco Ahmad adalah contoh bagaimana negara hadir menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan pekerja,” pungkas Anto Kusumayuda.



Source link

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *





Featured

LAINNYA
xAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpgAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpg