xAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpgAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpg

Satu Kebiasaan Kecil Setelah Berhubungan, Bisa Mencegah Infeksi Saluran Kemih

waktu baca 3 menit
Senin, 17 Agu 2026 09:27 14 Catra


Ads Catra_inline artikel.jpgAds Catra_inline artikel.jpg

FusilatNews – Health.–Ada informasi kesehatan yang sederhana, tetapi sering dianggap sepele. Padahal, satu kebiasaan kecil setelah berhubungan seksual dapat membantu menurunkan risiko infeksi saluran kemih (ISK), terutama pada perempuan.

Mengapa perempuan lebih rentan?

Secara anatomi, uretra perempuan jauh lebih pendek dibandingkan uretra laki-laki. Karena jaraknya menuju kandung kemih lebih pendek, bakteri lebih mudah mencapai kandung kemih. Aktivitas seksual juga dapat mendorong bakteri di sekitar area genital masuk ke uretra.

Ads Catra_inline artikel.jpgAds Catra_inline artikel.jpg

Itulah sebabnya sebagian perempuan mengalami rasa perih saat buang air kecil, keinginan buang air kecil terus-menerus, atau rasa tidak nyaman setelah berhubungan seksual. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda ISK. Infeksi saluran kemih (bahasa Inggris: urinary tract infection/UTI).

Lalu, apa yang bisa dilakukan?

1. Buang air kecil setelah berhubungan

Ini adalah langkah sederhana yang layak dijadikan kebiasaan. Buang air kecil setelah aktivitas seksual membantu mengeluarkan sebagian bakteri yang mungkin masuk ke uretra. Tidak harus terpaku pada angka 15 menit—yang lebih penting adalah melakukannya sesegera mungkin setelah berhubungan.

Jadi, jangan menahan kencing hanya karena merasa belum terlalu ingin.

2. Cukupi kebutuhan cairan

Minumlah cukup air sepanjang hari. Cairan membantu menghasilkan urine dan membuat kita lebih sering mengosongkan kandung kemih, sehingga membantu mengurangi kemungkinan bakteri bertahan di saluran kemih.

Namun, kebutuhan cairan setiap orang berbeda. Orang dengan kondisi medis tertentu, misalnya gangguan ginjal atau jantung, mungkin justru perlu membatasi cairan. Karena itu, jangan memaksakan minum dalam jumlah tertentu tanpa mempertimbangkan kondisi kesehatan masing-masing.

3. Saat membersihkan diri, arahkan dari depan ke belakang

Kebiasaan sederhana ini penting terutama setelah buang air besar. Membersihkan dari depan ke belakang membantu mengurangi kemungkinan bakteri dari area anus berpindah ke uretra.

4. Jangan berlebihan menggunakan produk pembersih kewanitaan

Area genital tidak perlu dibersihkan secara agresif. Produk seperti semprotan pewangi, douche, atau produk tertentu yang mengandung bahan iritatif dapat mengganggu atau mengiritasi area uretra.

5. Jangan abaikan tanda-tandanya

Rasa terbakar ketika buang air kecil, sering atau mendesaknya keinginan untuk kencing, nyeri di perut bagian bawah, atau urine yang keruh atau berdarah dapat menjadi tanda infeksi saluran kemih.

Jika muncul demam, menggigil, mual-muntah, atau nyeri di punggung maupun sisi tubuh, jangan hanya mengandalkan perawatan rumahan. Infeksi kandung kemih dapat menyebar ke ginjal dan membutuhkan penanganan medis.

Bukan soal takut berhubungan, tetapi tahu cara menjaganya

Hubungan seksual bukan berarti seseorang pasti akan mengalami ISK, dan ISK bukan penyakit menular seksual. Namun, aktivitas seksual memang dapat meningkatkan risiko karena bakteri dapat terdorong masuk ke uretra.

Karena itu, pencegahannya tidak harus rumit.

Berhubungan dengan nyaman.
Buang air kecil setelahnya.
Cukup minum.
Jaga kebersihan dengan cara yang benar.
Dan jangan abaikan gejala.

Kadang-kadang, bentuk kepedulian kepada seorang perempuan bukanlah nasihat panjang. Cukup mengingatkan satu kebiasaan kecil yang mungkin menyelamatkannya dari rasa perih, bolak-balik ke kamar mandi, bahkan kunjungan ke dokter.

Bagikan informasi ini kepada perempuan yang Anda sayangi. Bukan untuk menakut-nakuti, tetapi karena satu pengingat sederhana kadang memang bisa membuat perbedaan besar.



Source link

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *





Featured

LAINNYA
xAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpgAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpg