xAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpgAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpg

Ahmad Doli Kurnia Jadi Wakil Ketua Umum Al Washliyah 2026–2031

waktu baca 2 menit
Senin, 24 Agu 2026 17:13 12 Catra


Ads Catra_inline artikel.jpgAds Catra_inline artikel.jpg

JAKARTA Fusilatnews.– Ketua Panitia Muktamar ke-23 Al Jam’iyatul Washliyah, DR. H. Ahmad Doli Kurnia, dipercaya menjadi Wakil Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Al Jam’iyatul Washliyah periode 2026–2031. Doli, yang juga anggota DPR RI dari Partai Golkar sekaligus Presidium KAHMI Nasional, menjadi orang kedua dalam struktur kepengurusan setelah Ketua Umum PB Al Washliyah, Masyhuril Khamis.

Pengumuman susunan kepengurusan tersebut disampaikan di Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu (22/8/2026), sebagai tindak lanjut hasil Muktamar ke-23 Al Jam’iyatul Washliyah yang berlangsung di Asrama Haji Jakarta Timur pada Agustus 2026.

Masyhuril Khamis menjelaskan bahwa komposisi kepengurusan PB Al Washliyah periode lima tahun mendatang memadukan pengurus lama dan sejumlah figur baru. Langkah tersebut dimaksudkan untuk menjaga kesinambungan organisasi sekaligus menghadirkan energi baru.

Ads Catra_inline artikel.jpgAds Catra_inline artikel.jpg

“Pengurus ini sebagian besar pengurus yang lama, ada pertambahan yang baru untuk lebih memberi energi baru,” kata Doli saat menjelaskan struktur kepengurusan tersebut.

Menurut Doli, kepengurusan baru Al Washliyah memiliki latar belakang yang cukup beragam. Di dalamnya terdapat unsur pengusaha, akademisi, politisi, birokrat, serta ulama. Rentang usia pengurus berada di kisaran 40 hingga 65 tahun.

Keragaman tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas organisasi dalam menghadapi tantangan ke depan sekaligus memperluas kontribusi Al Washliyah di tengah masyarakat.

“Kepengurusan ini mewakili Sumatera, Betawi, Banten, Jawa, Kalimantan hingga Maluku,” ujar Doli.

Enam Majelis dan 17 Lembaga

Struktur kepengurusan PB Al Jam’iyatul Washliyah periode 2026–2031 juga akan diperkuat dengan enam majelis dan 17 lembaga. Sejumlah nama yang belum tercantum dalam struktur utama akan tetap diakomodasi melalui berbagai majelis dan lembaga yang akan dibentuk.

Susunan Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah periode 2026–2031:

Tempat susunan lengkap pengurus akan dilengkapi.

Doli mengatakan, perpaduan antara pengurus lama dan figur baru diharapkan mampu menjaga kesinambungan roda organisasi tanpa menutup ruang bagi pembaruan.

Komposisi tersebut juga menunjukkan upaya Al Washliyah menghadirkan keterwakilan daerah dan latar belakang profesi yang lebih luas. Dengan demikian, organisasi diharapkan semakin kuat dalam menjalankan peran di bidang keagamaan, pendidikan, sosial, dan kemasyarakatan.

Paduan pengalaman pengurus lama dan energi pengurus baru diharapkan menjadi modal penting bagi Al Jam’iyatul Washliyah untuk menghadapi tantangan lima tahun ke depan.

(Mahdi)



Source link

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *





Featured

LAINNYA
xAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpgAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpg