Ketua Umum FORMASI (Forum Aliansi Masyarakat Anti Korupsi), Jalih Pitoeng mengecam keras tindakan warga yang main hakim sendiri hingga akhirnya membunuh seorang tersangka pencuri ayam warga di Bali.
Menurutnya, Indonesia seolah kehilangan jati diri. Dimana Indonesia yang dahulu dikenal sebagai negara yang ramah, santun, gotong royong serta beradab dan berbudaya, kini telah kehilangan teladannya.
Banyak contoh ironi yang justru membuat kita melebarkan mata dan merobek-robek kertas yang selalu angkuh bicara keadilan, kata Jalih Pitoeng, Minggu (26/07/2026).
“Pencuri ayam, mungkin hanya karena tekanan ekonomi terpaksa mencuri, malah dihukum mati,” kata Jalih Pitoeng menyayangkan.
“Sedangkan KORUPTOR yang merampok uang triliunan rupiah rakyat bisa tertawa di depan kamera,” kenang Jalih Pitoeng sinis.
“Kami tidak mendukung tindakan pencurian yang melanggar hukum. Tapi hukum harus ditegakkan,” lanjutnya menegaskan.
Oleh karena itu, kami FORMASI mendesak Kapolri mengusut tuntas dan menghukum pelaku penyerangan tersebut, tegas Jalih Pitoeng.
Selain mengkritisi tindakan warga tersebut, Jalih Pitoeng juga mendesak Presiden Prabowo Subianto segera menerbitkan Peraturan Presiden tentang hukuman mati dan penyitaan aset serta pencabutan hak politik bagi koruptor.
“Untuk kesekian kalinya, kami meminta Presiden RI Prabowo Subianto segera menerbitkan Perpres tentang pidana mati, penyitaan aset, serta pencabutan hak politik bagi Koruptor,” tegasnya.
Sebab, tanpa menjatuhkan tiga hukuman tersebut, saya tidak yakin korupsi akan berhenti di negeri ini, lanjutnya.
Bahkan ada mantan narapidana korupsi yang keluar penjara malah mendirikan partai politik, pungkas Jalih Pitoeng.
Tidak ada komentar