xAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpgAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpg

Tingkatkan Pelayanan Sambungan Rumah, Arief Ungkap PAM JAYA Sudah Capai 82 Persen Pembangunannya

waktu baca 3 menit
Minggu, 12 Jul 2026 11:30 19 Catra

Guna meningkatkan pelayanan dan kebutuhan air bersih bagi warga Jakarta, Direktur Utama PAM Jaya (Perseroda), Arief Nasrudin mengungkapkan, cakupan layanan air minum perpipaan di Jakarta kini telah mencapai 82 persen. Capaian tersebut setara dengan sekitar 1,2 juta sambungan rumah (SR) yang melayani hampir 9 juta penduduk ibu kota.

Ads Catra_inline artikel.jpgAds Catra_inline artikel.jpg

Arief mengatakan, peningkatan cakupan layanan air bersih ini merupakan hasil kolaborasi kuat antara PAM Jaya dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Dukungan pemerintah dinilai menjadi faktor penting dalam percepatan pembangunan jaringan pipa di berbagai daerah.

Menurutnya, dukungan yang diberikan tidak hanya berupa komitmen saja, namun juga diwujudkan melalui percepatan proses perizinan, penguatan regulasi, dan berbagai kebijakan yang memudahkan pembangunan infrastruktur air minum.

“Ketika dukungannya bukan sekadar dukungan latah, tapi juga dukungan terhadap regulasi dan berbagai bentuk dukungan lainnya, pada akhirnya semangatnya pun sama,” kata Arief dalam diskusi ‘Serius Tapi Santai Aktivis Jakarta Tentang Jakarta Menuju Kota Global’ bertema “Percepatan Pembangunan Jakarta Menuju Kota Global” yang digelar Forum Lintas Aktivis Jakarta di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (10/7/2026).

Ads Catra_inline artikel.jpgAds Catra_inline artikel.jpg

Sinergi yang terjalin antara PAM Jaya dan Pemprov DKI Jakarta membuat proses pembangunan jaringan air bersih berjalan lebih cepat. Sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat, tegas Arief.

Arief juga menyampaikan optimismenya terhadap kerja sama ini yang terus mendorong peningkatan cakupan layanan sehingga seluruh warga Jakarta dapat mengakses air minum perpipaan yang aman dan berkualitas.

“Saat ini cakupannya sudah 82 persen atau setara dengan sekitar 1,2 juta sambungan rumah. Jumlah masyarakat yang kami layani hampir 9 juta orang,” ujarnya.

Menurut Arief, PAM Jaya akan terus menargetkan perluasan jaringan pipa sebagai bagian dari upaya mewujudkan layanan air bersih yang merata di seluruh wilayah Jakarta, serta mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat dan pembangunan kota berkelanjutan.

Sementara itu, aktivis Jakarta sekaligus Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (KATAR), Sugiyanto (SGY), menegaskan, percepatan transformasi Jakarta menjadi kota global tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik saja.

Menurut dia, peningkatan kualitas layanan dasar seperti air bersih, sanitasi, lingkungan hidup, transportasi, inovasi, dan sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor utama Jakarta mampu masuk 50 besar kota global pada tahun 2030.

SGY menjelaskan, konsep Jakarta sebagai kota global memiliki dasar hukum yang kuat melalui Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKJ) Jakarta.

Peraturan ini menetapkan Jakarta sebagai pusat perekonomian nasional sekaligus kota global dan diperkuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) menuju Indonesia Emas 2045.

“Status kota global diukur melalui berbagai indikator internasional, mulai dari kualitas transportasi, lingkungan, tata kelola, daya saing ekonomi, inovasi, hingga kualitas hidup masyarakat,” kata SGY.

Ia mengungkapkan, posisi Jakarta saat ini masih berkisar pada peringkat 71 salah satu indeks kota global. Oleh karena itu, perlu adanya percepatan pembangunan di berbagai sektor agar target masuk 50 besar dunia dapat tercapai.

Menurut SGY, salah satu indikator pentingnya adalah tercapainya target 100 persen pelayanan air bersih yang tertuang dalam RPJMD DKI Jakarta 2025–2029.

Selain itu, pengendalian emisi, perbaikan sanitasi, pengelolaan sampah berbasis energi, dan transformasi teknologi juga harus menjadi perhatian pemerintah.

“Persoalan kota global tidak hanya sekedar gedung-gedung tinggi atau pembangunan fisik saja, tetapi mencakup banyak aspek yang saling terkait. Seluruh organisasi regional, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat harus bergerak bersama,” ujarnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google Berita



Source link

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *





Featured

LAINNYA
xAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpgAds Catra_Floating Kanan-kiri.jpg