Persatuan Gerakan Jaringan Nasional Aktivis (PPJNA 98) tahun 1998 mengadakan pertemuan dengan sejumlah tokoh masyarakat Solo Raya sebagai bagian dari upaya memperkuat konsolidasi nasional sekaligus menyatakan dukungan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Pertemuan yang dipimpin Ketua Umum PPJNA 98 Anto Kusumayuda itu berlangsung dalam suasana bersahabat. Sejumlah isu strategis nasional dibahas, mulai dari penguatan persatuan bangsa, stabilitas politik, hingga dukungan masyarakat terhadap berbagai program prioritas pemerintah.
Anto Kusumayuda mengatakan, pertemuan dengan tokoh Solo Raya ini merupakan bagian dari agenda persahabatan kebangsaan yang terus dilakukan PPJNA 98 di berbagai daerah. Menurutnya, komunikasi dengan tokoh masyarakat sangat penting untuk membangun kesamaan pandangan dalam menjaga stabilitas nasional.
Ia meyakini pemerintahan Presiden Prabowo membutuhkan dukungan seluruh elemen bangsa agar berbagai program strategis dapat berjalan maksimal. Untuk itu, PPJNA 98 memilih membangun ruang dialog dengan berbagai kelompok masyarakat dibandingkan mempertajam perbedaan politik yang terjadi pasca kontestasi pemilu.
“Indonesia butuh persatuan dan gotong royong. Saat ini yang terpenting adalah bagaimana seluruh komponen bangsa bersinergi mengawal pembangunan agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Anto, Kamis (16/7/2026).
Menurut Anto, Solo Raya memiliki nilai sejarah dalam perjalanan demokrasi Indonesia. Daerah ini tidak hanya dikenal sebagai daerah yang mempunyai dinamika politik yang tinggi, namun juga banyak melahirkan tokoh-tokoh nasional yang mempunyai pengaruh dalam perjalanan bangsa.
Karena itu, kata dia, aspirasi para tokoh Solo Raya menjadi masukan penting bagi PPJNA 98 dalam mempersiapkan berbagai langkah organisasi ke depan.
Dalam diskusi tersebut, tokoh masyarakat disebut memberikan sejumlah pandangan terkait pentingnya menjaga kondusifitas politik di tengah berbagai tantangan perekonomian global. Mereka menilai stabilitas nasional merupakan prasyarat utama agar program investasi, pembangunan infrastruktur, penciptaan lapangan kerja, dan pemberdayaan masyarakat dapat berjalan secara berkelanjutan.
Anto menegaskan, PPJNA 98 akan terus mengambil posisi sebagai organisasi yang mendorong dialog, rekonsiliasi, dan penguatan demokrasi. Sebagai organisasi yang lahir dari semangat Reformasi 1998, PPJNA 98 merasa mempunyai tanggung jawab moral untuk memastikan nilai-nilai reformasi tetap berjalan sejalan dengan kebutuhan menjaga stabilitas negara.
Menurutnya, reformasi bukan hanya soal kebebasan politik, tapi juga soal mewujudkan pemerintahan yang efektif, berpihak pada rakyat, dan mampu mewujudkan keadilan sosial.
Ia menambahkan, dukungan terhadap pemerintahan Prabowo bukan berarti menghilangkan fungsi kritis masyarakat. Sebaliknya, dukungan tersebut diwujudkan melalui pemberian masukan yang membangun agar berbagai kebijakan pemerintah lebih tepat sasaran.
“Ormas harus menjadi mitra strategis pemerintah. Ketika ada kebijakan yang baik tentu harus didukung. Namun jika ada yang perlu diperbaiki maka kritik harus disampaikan secara obyektif dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Anto juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dengan berbagai narasi yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa, khususnya melalui media sosial. Menurutnya, tantangan Indonesia ke depan bukan hanya persoalan ekonomi saja, namun juga menjaga kohesi sosial di tengah derasnya arus informasi digital.
PPJNA 98 menilai sinergi antara pemerintah, tokoh masyarakat, akademisi, aktivis, dan generasi muda merupakan modal penting untuk memperkuat ketahanan nasional serta mempercepat realisasi berbagai program pembangunan.
Sejumlah agenda prioritas pemerintahan Prabowo seperti penguatan ketahanan pangan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, pembangunan desa, hilirisasi industri, dan penguatan perekonomian nasional menjadi bahasan dalam pertemuan tersebut. PPJNA 98 menyatakan siap berkontribusi melalui jaringan organisasinya di berbagai daerah untuk membantu sosialisasi program yang dinilai memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Sikap tersebut sejalan dengan berbagai pernyataan masyarakat PPJNA 98 sebelumnya yang menyatakan dukungan terhadap sejumlah program strategis pemerintahan Prabowo.
Menutup pertemuan, Anto berharap komunikasi antara tokoh PPJNA 98 dan Solo Raya dapat terus berlanjut sebagai bagian dari penguatan kolaborasi nasional. Ia yakin Indonesia akan mampu menghadapi berbagai tantangan jika seluruh elemen bangsa mengedepankan dialog, persatuan, dan semangat gotong royong dibandingkan polarisasi politik.
Tidak ada komentar